Perwakilan Timwas Haji dari Komisi III DPR, Nasir Djamil. Foto: Dok. Istimewa.
Timwas Haji DPR 2026 Lintas Komisi Siap Maksimalkan Pengawasan
Fachri Audhia Hafiez • 20 May 2026 14:22
Tangerang: DPR membuat terobosan baru dalam mengawal pelaksanaan Haji 2026 dengan membentuk Tim Pengawas (Timwas) yang melibatkan seluruh komisi secara lintas sektoral. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan pemantauan mengingat skala penyelenggaraan yang masif dan melibatkan ratusan ribu jemaah asal Indonesia.
"Diharapkan semua komisi terlibat dalam pengawasan pelaksanaan ibadah haji karena melibatkan jumlah orang yang ramai," kata perwakilan Timwas Haji dari Komisi III DPR, Nasir Djamil di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 20 Mei 2026.
Nasir membeberkan bahwa pelibatan berbagai latar belakang komisi di DPR ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan negara terhadap masyarakat di Tanah Suci berjalan tanpa celah. Setiap komisi nantinya dibekali fokus evaluasi sesuai bidang keahlian masing-masing.
"Dan tentu masing-masing komisi nanti akan melihat aspek apa yang perlu dievaluasi dan kemudian diperbaiki sehingga kualitas pelayanan terhadap calon jemaah haji oleh pemerintah ini bisa maksimal dilakukan," jelas politikus PKS tersebut.
Sinergi lintas komisi ini diharapkan mampu menekan potensi kelalaian dari pihak penyelenggara. Dengan demikian, kenyamanan dan keselamatan jemaah dapat terjamin sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.
"Dan kemudian pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, oleh negara kepada warga negaranya yang melaksanakan apa namanya ibadah haji di tanah suci itu bisa mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan kemudian bisa menjadi haji yang mabrur," sambung Nasir.
(11).jpg)
Ilustrasi haji. Foto: Dok. Istimewa.
Mengenai teknis operasional di Arab Saudi, Nasir mengungkapkan bahwa Timwas telah dibagi ke dalam beberapa sub-bidang strategis. Klaster pengawasan akan menyisir sektor akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga pemenuhan katering atau konsumsi, dengan perhatian khusus pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Jadi pengawasan yang dilakukan itu semata-mata ingin memastikan bahwa jemaah haji kita itu dilayani dengan baik. Dan jangan sampai lagi ada berita bahwa jemaah haji kita harus berjalan kaki, sementara transportasi itu ada, tapi tidak bisa digunakan karena kondisi di sana yang agak crowded," ucap Nasir.