Nyaris Sentuh USD5.200/Ons, Harga Emas Dunia Cetak Rekor Lagi

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Nyaris Sentuh USD5.200/Ons, Harga Emas Dunia Cetak Rekor Lagi

Husen Miftahudin • 28 January 2026 08:43

Chicago: Harga emas dunia melonjak lebih dari tiga persen dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus-menerus mendorong investor menyerbu logam aman ini.
 
Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 28 Januari 2026, harga emas spot mencapai puncak USD5.181,84 per ons. Harga menembus angka kunci USD5.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Senin lalu. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup sedikit berubah pada USD5.082,60 per ons.
 
Emas telah melonjak lebih dari 18 persen di sepanjang tahun ini, melanjutkan reli rekor tahun lalu, didorong oleh kombinasi faktor-faktor seperti meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi pemotongan suku bunga AS, dan peningkatan pembelian bank sentral di tengah tren de-dolarisasi global.
 
Kekhawatiran semakin meningkat ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif baru pada impor Korea Selatan. Sementara risiko penutupan sebagian Pemerintah AS membayangi menjelang tenggat waktu pendanaan 30 Januari.
 

Baca juga: Jadi Aset Favorit Investor, Harga Emas Bakal Terus Meroket


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Menanti keputusan Fed

 
Pasar kini fokus pada pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS yang dimulai pada Selasa, dengan suku bunga diperkirakan tidak berubah dan investor mengamati konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell pada Rabu di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang independensi bank sentral.
 
Di sisi lain, harga perak spot melonjak 7,7 persen menjadi USD111,84 per ons setelah mencapai rekor tertinggi USD117,69 pada perdagangan Senin. Harga perak telah melonjak lebih dari 57 persen sepanjang tahun ini, setelah mencatat kenaikan 146 persen pada tahun lalu.
 
Platinum spot turun 5,1 persen menjadi USD2.616,05 per ons setelah mencapai rekor USD2.918,80 per ons pada sesi sebelumnya, sementara paladium kehilangan 3,2 persen menjadi USD1.919,08.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)