Bitcoin Melejit hingga 43% pada Kuartal III, Ini Pendorongnya

Ilustrasi, bitcoin. Foto: theguardian.com

Bitcoin Melejit hingga 43% pada Kuartal III, Ini Pendorongnya

Husen Miftahudin • 1 October 2026 10:14

New York: Harga bitcoin bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat di tengah minimnya katalis langsung bagi pasar mata uang kripto. Meski demikian, bitcoin mencatatkan kenaikan tajam sepanjang kuartal III-2026, didukung optimisme terhadap perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Investing.com, Kamis, 1 Oktober 2026, Bitcoin naik 0,3 persen menjadi USD83.709,5. Aset kripto terbesar di dunia tersebut sempat melemah pada awal pekan. Pelaku pasar kemudian mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta perkembangan ketegangan antara AS dan Iran.
 
Bitcoin diperkirakan mencatat kenaikan hampir 43 persen dalam tiga bulan hingga 30 September. Kinerja tersebut menjadi yang terbaik sejak kuartal IV-2024.
 
Penguatan bitcoin terutama didorong optimisme terhadap perkembangan regulasi kripto di AS. Sejumlah langkah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) turut meningkatkan sentimen pasar meskipun Undang-Undang Clarity belum berhasil disahkan.
 
Meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi fiskal AS di tengah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah juga mendorong aliran dana menuju aset alternatif, termasuk emas dan Bitcoin.
 
Bitcoin turut mendapat dukungan dari Strategy, perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan terus melakukan pembelian aset kripto tersebut sepanjang kuartal III.
 

 

Kenaikan imbal hasil obligasi masih jadi tekanan

 
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih menjadi tekanan bagi Bitcoin. Kondisi tersebut membuat bitcoin turun dari level tertinggi delapan bulan yang dicapai pada awal September. Tekanan meningkat setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat.
 
Kenaikan imbal hasil sempat tertahan oleh sejumlah data ekonomi yang lebih lemah serta pernyataan yang cenderung melonggarkan kebijakan pada Selasa. Namun, imbal hasil obligasi tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun.
 
Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun khususnya masih berada di atas 5,2 persen dan mendekati level tertinggi dalam 19 tahun.
 
Sementara itu, sejumlah data ekonomi AS yang dirilis pada Rabu turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Data inflasi Agustus yang menjadi salah satu indikator pilihan The Fed tercatat lebih rendah dari perkiraan. Pertumbuhan inflasi tahunan juga melambat dibandingkan Juli.
 
BEA juga merevisi naik estimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil AS kuartal II menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 1,5 persen. Proyeksi ekonom sebelumnya berada di level 1,5 persen.
 
Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan swasta ADP menunjukkan perusahaan swasta menambah 90 ribu pekerjaan pada September. Penambahan tersebut menjadi yang pertama sejak Mei, setelah perusahaan swasta hanya menambah 36 ribu pekerjaan pada Agustus. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih bertahan, pasar tenaga kerja tetap kuat, dan tekanan inflasi mulai mereda.
 
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga tersebut turun menjadi sekitar 37 persen dari hampir 51 persen pada hari sebelumnya.
 
Ketidakpastian terkait konflik AS-Iran turut memberikan tekanan terhadap pasar kripto menjelang akhir kuartal. Presiden AS Donald Trump pada awal pekan membantah laporan yang menyebut dirinya menawarkan konsesi kepada Iran sebagai imbalan atas kesepakatan perdamaian. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump menolak tawaran perdamaian dari Iran.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Aset kripto cetak kinerja lebih tinggi

 
Sejumlah aset kripto lainnya mencatat pergerakan beragam pada perdagangan Rabu. Namun, beberapa altcoin diperkirakan membukukan kenaikan lebih tinggi dibandingkan Bitcoin sepanjang kuartal III.
 
Ethereum, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,1 persen menjadi USD2.683,24. Ethereum diperkirakan mencatat kenaikan hampir 70 persen sepanjang kuartal III.
 
XRP turun 0,6 persen pada perdagangan Rabu, tetapi diperkirakan naik 44,2 persen sepanjang kuartal tersebut. BNB juga diperkirakan menguat 39 persen. Cardano diperkirakan naik hampir 70 persen.
 
Chainlink menjadi salah satu altcoin dengan kinerja terkuat dengan perkiraan kenaikan hampir 100 persen. Penguatan Chainlink didorong spekulasi mengenai regulasi AS yang lebih mendukung aset kripto dan potensi peningkatan adopsi keuangan terdesentralisasi. LINK merupakan token asli jaringan oracle terdesentralisasi Chainlink.
 
Di kelompok memecoin, Dogecoin bergerak menguat tipis pada Rabu dan diperdagangkan dengan kenaikan sekitar 30 persen sepanjang kuartal III.
 
Meski sejumlah aset kripto mencatatkan kenaikan pada kuartal III, sebagian besar aset kripto masih mengalami penurunan sepanjang 2026. Pergerakan tersebut terjadi di tengah berkurangnya minat pasar terhadap aset kripto dan pergeseran perhatian investor ke sektor kecerdasan buatan (AI).

(Husen Miftahudin)