Ilustrasi. Foto: Dok Pegadaian
Harga Emas Dunia Hari Ini Berpotensi Turun ke USD4.100
Eko Nordiansyah • 19 October 2026 11:20
Jakarta: Harga emas dunia berpotensi melanjutkan pelemahan setelah belum mampu menembus zona resistance USD4.217-USD4.218.
Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, selama harga masih bergerak di bawah area tersebut, XAUUSD berpeluang mengalami koreksi menuju support terdekat di USD4.125-USD4.100.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, kegagalan harga menembus resistance menjadi sinyal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Pada time frame harian, kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction dengan arah penurunan.
"Apabila tekanan jual berlanjut, area USD4.125-USD4.100 berpotensi menjadi tujuan koreksi berikutnya. Zona USD4.217-USD4.218 menjadi level kunci dalam menentukan arah pergerakan emas selanjutnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, selama harga belum mampu melewati resistance tersebut, tekanan bearish masih berpotensi mendominasi. Namun, apabila XAUUSD berhasil menembus area itu, prospek pelemahan perlu dievaluasi kembali karena momentum beli dapat menguat.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Faktor pendorong harga emas
Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi tarik-menarik antara permintaan aset lindung nilai dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.Inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sempat mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap Harga emas. Penguatan dolar membuat emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Meski demikian, perubahan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat memberikan dukungan bagi logam mulia. Pelemahan imbal hasil obligasi dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat berpotensi mengurangi tekanan terhadap emas.
"Hal ini karena emas tidak memberikan bunga, sehingga perubahan daya tarik instrumen berbunga dapat memengaruhi minat investor terhadap logam mulia," kata dia.
Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah jadi perhatian
Meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketika risiko geopolitik meningkat, investor dapat mencari aset yang dinilai mampu membantu melindungi nilai portofolio dari ketidakpastian pasar.Kondisi ini membuat prospek emas belum sepenuhnya mengarah pada satu tren yang pasti. Di satu sisi, inflasi yang tinggi dan penguatan dolar AS dapat menekan harga. Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai berpotensi membatasi pelemahan.
Dalam analisis Dupoin Futures, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan kebijakan moneter The Fed untuk memahami arah XAUUSD berikutnya. Perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kekuatan tekanan jual maupun membuka peluang pemulihan harga.
"Dengan mempertimbangkan kondisi teknikal dan fundamental, emas berpotensi menguji support USD4.125–USD4.100 selama resistance USD4.217–USD4.218 belum berhasil ditembus. Meski begitu, perkembangan geopolitik dan perubahan ekspektasi suku bunga dapat memicu volatilitas serta mengubah arah pergerakan harga," ujar dia.