Dry Ice, dok: alodokter
Apa Itu Dry Ice? Begini Cara Kerjanya untuk Atasi Kabut Asap
Putri Purnama Sari • 15 October 2026 17:14
Jakarta: Pemerintah melakukan uji coba teknologi es kering (dry ice) sebagai salah satu upaya mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Teknologi ini diharapkan dapat membantu mengurai lapisan atmosfer yang membuat asap terperangkap di sekitar wilayah terdampak.
Uji coba tersebut diprioritaskan di Kota Palembang dengan melibatkan penebaran dry ice menggunakan pesawat jenis Cessna 208 Caravan dan Cassa. Pemerintah menyiapkan sekitar 1,5 ton karbon dioksida padat untuk operasi ini.
Lantas, apa itu dry ice dan bagaimana cara kerjanya untuk membantu mengatasi kabut asap? Berikut informasinya.
Apa Itu Dry Ice?
Dry ice adalah karbon dioksida dalam bentuk padat. Berbeda dengan es biasa yang terbuat dari air, dry ice tidak mencair menjadi cairan ketika menerima panas, tetapi langsung berubah menjadi gas melalui proses yang disebut sublimasi.Pada tekanan atmosfer normal, dry ice memiliki suhu sekitar minus 78,5 derajat Celsius. Suhu yang sangat rendah ini membuatnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, mulai dari menjaga suhu produk selama pengiriman hingga kebutuhan industri dan penelitian.
Dalam penanganan kabut asap, dry ice dimanfaatkan melalui metode penyemaian di atmosfer. Penggunaannya dalam uji coba di Sumatera Selatan ditujukan untuk membantu mengatasi kondisi atmosfer yang membuat asap tertahan di lapisan udara bawah.
Bagaimana Dry Ice Bekerja untuk Mengatasi Kabut Asap?

Zona IKN dilanda karhutla. (Dok. Polsek Sepaku)
Salah satu kondisi yang dapat memperparah kabut asap adalah lapisan inversi suhu. Kondisi ini terjadi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan atmosfer tertentu. Akibatnya, pergerakan udara vertikal terhambat sehingga asap sulit naik dan menyebar.
Asap dari kebakaran hutan dan lahan pun dapat terakumulasi di dekat permukaan, menyebabkan kualitas udara memburuk dan jarak pandang berkurang.
Pemerintah juga berharap metode ini dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan jarak pandang masyarakat. Meski demikian, keberhasilannya bergantung pada kondisi atmosfer dan hasil evaluasi setelah uji coba dilakukan.
Apa Bedanya Dry Ice dengan Modifikasi Cuaca?
Penggunaan dry ice untuk mengatasi kabut asap perlu dibedakan dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Keduanya berkaitan dengan kondisi atmosfer, tetapi memiliki sasaran yang berbeda dalam penanganan karhutla.OMC umumnya dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan menyemai bahan tertentu ke awan yang memenuhi persyaratan. Hujan diharapkan dapat membasahi lahan dan membantu mengurangi kebakaran.
Sementara itu, uji coba dry ice di Sumatera Selatan ditujukan untuk membantu mengurai kondisi atmosfer yang membuat asap terperangkap. Dengan demikian, sasaran langsungnya adalah mengurangi penumpukan asap, bukan sekadar memicu hujan.
Kedua metode tersebut dapat menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla, tetapi tidak menggantikan pemadaman api di sumber kebakaran.
Apakah Dry Ice Efektif Menghilangkan Kabut Asap?
Efektivitas penggunaan dry ice untuk mengatasi kabut asap masih perlu dinilai melalui pelaksanaan dan evaluasi uji coba. Hasilnya dapat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, karakteristik lapisan inversi, pergerakan angin, serta metode penyemaian yang digunakan.Jika metode ini mampu membantu mengurangi penumpukan asap di wilayah perkotaan, pemerintah berpeluang mempertimbangkan penerapannya di daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Namun, penguraian asap di udara bukan berarti sumber kebakaran telah padam. Penanganan karhutla tetap membutuhkan pemadaman di titik api, pencegahan pembakaran lahan, serta pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan.
Karena itu, hasil uji coba dry ice di Sumatera Selatan menjadi hal penting untuk menentukan sejauh mana teknologi tersebut dapat membantu mengurangi dampak kabut asap.