Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal lubang di Jalan Daan Mogot kilometer (KM) 12, Jembatan Gantung, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
1.383 Titik Jalan Rusak di Jakarta Ditambal
Fachri Audhia Hafiez • 28 January 2026 23:54
Jakarta: Dinas Bina Marga DKI Jakarta menangani kerusakan infrastruktur jalan akibat cuaca ekstrem yang melanda Ibu Kota. Tercatat sebanyak 1.383 titik jalan berlubang di lima wilayah kota administrasi telah diperbaiki sejak 11 hingga 21 Januari 2026.
“Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan dapat mengalami pembaruan seiring proses verifikasi di lapangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026.
Siti menjelaskan, Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga di tingkat kecamatan hingga suku dinas terus melakukan penyisiran secara masif. Penanganan saat ini bersifat darurat untuk meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengendara, mengingat curah hujan yang masih belum menentu di wilayah Jakarta.
“Penggunaan hotmix efektif untuk perawatan jangka panjang dan diharapkan mampu mengurangi potensi kerusakan kembali akibat cuaca ekstrem,” jelas Siti.
Ia memastikan perbaikan permanen akan segera dilakukan setelah kondisi cuaca mendukung agar kualitas aspal lebih tahan lama.

Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal lubang di Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa kendala utama perbaikan permanen saat ini adalah faktor cuaca. Menurutnya, pemaksaan penambalan di tengah curah hujan tinggi hanya akan membuat aspal kembali terkelupas dalam waktu singkat.
“Sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang. Tetapi karena sampai dengan tanggal 1 (Februari) curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali,” jelas Pramono.
Pramono juga mencontohkan kondisi di ruas Jalan Gatot Subroto yang memerlukan penanganan khusus. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak bukan kendala biaya, melainkan soal ketepatan momentum pengerjaan agar hasilnya maksimal.
“Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih. Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu,” ucap Pramono.