Seorang aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel. Foto: Middle East Eye
Indonesia Kutuk Keras Perlakuan Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla
Muhammad Reyhansyah • 21 May 2026 11:59
Jakarta: Pemerintah Indonesia mengutuk tindakan Israel terhadap relawan kemanusiaan yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla 2.0, termasuk sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan ditangkap dalam operasi intersepsi di perairan internasional dekat Siprus.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis, 21 Mei 2025, Indonesia menilai tindakan Israel terhadap armada bantuan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
“Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” demikian isi pernyataan tersebut.
“Indonesia kembali menekankan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan relawan yang tergabung didalamnya adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” lanjut Kemlu.
Kecaman Indonesia muncul setelah beredar video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang memperlihatkan para aktivis armada Global Sumud Flotilla berlutut di depan petugas keamanan Israel dengan tangan terikat.
Sebanyak sembilan WNI dikonfirmasi ikut ditangkap dan ditahan oleh otoritas Israel dalam operasi tersebut.
Merespons situasi itu, Pemerintah Indonesia menyatakan terus mengupayakan pembebasan seluruh WNI yang ditahan. Kemlu RI menegaskan perlindungan terhadap warga negara menjadi prioritas utama pemerintah.
“Pemerintah Indonesia terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh WNI yang ditangkap,” ujar Kemlu.
Kemlu juga menyebut koordinasi telah dilakukan sejak awal keberangkatan armada Global Sumud Flotilla. Pemerintah Indonesia, melalui Kemlu dan perwakilan RI terkait, disebut terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan para WNI.
“Sejak awal keberangkatan armada Global Sumud Flotilla, Kemlu RI dan juga Perwakilan RI terkait telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan dan pelindungan WNI,” tulis pernyataan tersebut.
Pemerintah menegaskan akan terus mengawal proses pembebasan para WNI hingga seluruhnya dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.
“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya,” tutup Kemlu RI.