Mudik Lebaran, Warga Jakbar Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi

Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan memberikan keterangan kepada pers usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya di Kembangan, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Risky Syukur

Mudik Lebaran, Warga Jakbar Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi

Siti Yona Hukmana • 12 March 2026 23:25

Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat mempersilakan masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman untuk menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat di wilayah tersebut. Penitipan kendaraan ini sebagai salah satu bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

"Kami terima (penitipan kendaraan) di Polsek, Polsek, Polres, nanti silakan hubungi 110 ataupun menghubungi pos ataupun kantor Polsek terdekat dari wilayah masing-masing," kata Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya di Kembangan, dilansir Antara, Kamis, 12 Maret 2026.

Rezi juga mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum berangkat ke kampung halaman. "Tentu kami mengimbau, pastikan kondisi rumah yang akan ditinggalkan dalam waktu mungkin cukup lama. Syukur-syukur dicek juga alat listrik, kita antisipasi banyak kejadian kebakaran, korsleting arus listrik," ujar Rezi.

Polres Jakarta Barat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat menyiapkan 1.300 personel dalam rangka Operasi Ketupat 2026. Operasi tersebut fokus pada pengamanan pelaksanaan mudik, peribadatan, serta aktivitas wisata.

"Fokus utama, yaitu masyarakat yang bepergian mudik. Kemudian di tempat-tempat peribadatan pada saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri, tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan dan di jalan. Intinya itu," ungkap Rezi.

Ilustrasi mudik gratis. Foto: Medcom

Selain itu, Rezi mengatakan pihaknya membentuk tim khusus untuk mengantisipasi kejahatan di jalanan. Satgas juga akan fokus pada pemantauan harga kebutuhan pokok saat momen lebaran erkolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda).

"Jangan sampai ada pedagang yang nakal, menaikkan harga khusus, apalagi harga-harga bahan pokok. Nah itu terus kita monitor," ujar Rezi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)