FinDev Canada mengumumkan penandatanganan fasilitas pinjaman sebesar USD30 juta kepada IIF. Foto: Dok istimewa
FinDev Canada Masuk Pasar Indonesia, Suntik USD30 Juta ke IIF
Eko Nordiansyah • 13 February 2026 12:57
Singapura: Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral Kanada, FinDev Canada, mengumumkan penandatanganan fasilitas pinjaman sebesar USD30 juta kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang diselenggarakan di Singapura oleh Asia Pacific Foundation of Canada.
Pinjaman ini bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan. Melalui transaksi ini, FinDev Canada secara resmi memasuki pasar Indonesia, menandai investasi pertamanya di Tanah Air.
Presiden Direktur/CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, menyampaikan, pembiayaan ini memperkuat kapasitas IIF dalam mendukung transisi energi Indonesia dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim. Melalui kemitraan dengan FinDev Canada, IIF dapat memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan
“Ini sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia. Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan berharap dapat terus memperdalam kolaborasi ini guna menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Februari 2026.
Fasilitas pinjaman tersebut akan meningkatkan akses pembiayaan bagi proyek-proyek energi terbarukan yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, sekaligus memperkuat kapasitas dan ketahanan infrastruktur nasional.
Indonesia saat ini tengah menjalani proses transisi energi untuk menyeimbangkan peningkatan kebutuhan energi dengan target iklim nasional. Pemerintah telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 31 persen pada 2050 sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.
“Indonesia juga menghadapi berbagai risiko iklim yang semakin meningkat, seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan air laut. Sebagai respon, Indonesia berkomitmen untuk mendiversifikasi bauran energi dan mencapai target net-zero emission pada 2060, menegaskan pentingnya investasi pada infrastruktur rendah karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim,” ujar dia.
(Komitmen FinDev Canada merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada 2025. Foto: Dok istimewa)
Dukung proyek infrastruktur strategis
Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, IIF memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor infrastruktur Indonesia melalui layanan pembiayaan dan advisory. Dengan memanfaatkan keahlian dan pemahaman mendalam terhadap kondisi domestik, komitmen FinDev Canada ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada 2025.Kerja sama ini turut memperkuat agenda bilateral antara Kanada dan Indonesia melalui dukungan terhadap proyek-proyek infrastruktur prioritas yang mendorong perdagangan, menciptakan peluang ekonomi, serta memajukan pembangunan berkelanjutan. Apalagi Indonesia juga merupakan pasar ekspor terbesar Kanada di kawasan ASEAN.
“Melalui kemitraan kami dengan Indonesia Infrastructure Finance, salah satu pelaku utama infrastruktur berkelanjutan, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Vice President dan Chief Investment Officer FinDev Canada Paulo Martelli.
Selama 16 tahun, IIF telah menjalankan mandat sebagai katalis utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Melalui pembiayaan berbagai infrastruktur strategis di beragam sektor, IIF telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keberlanjutan dan konektivitas nasional.
IIF mendukung pengembangan energi terbarukan dengan kapasitas sekitar 709,9 MW yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga, sekaligus berpotensi mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi CO2 per tahun. Selain itu, IIF juga memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat.
Sementara di sektor kesehatan, IIF mendukung pembangunan fasilitas dengan lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit yang melayani ratusan ribu pasien setiap tahunnya di berbagai wilayah Indonesia, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.