Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026). Pemerintah Kota Bandung menggencarkan layanan vaksinasi campak bagi balita dengan membuka jadwal vaksinasi yang seb
DPR: Gencarkan Vaksinasi Campak bagi Dewasa
Siti Yona Hukmana • 31 March 2026 11:17
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak pemerintah menggencarkan vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, terutama tenaga medis. Hal ini menyusul kasus seorang dokter muda yang meninggal akibat komplikasi campak.
“Kami sangat berduka. Kejadian ini adalah wake-up call yang sangat serius. Penyakit ini tidak bisa lagi dianggap remeh karena terbukti berujung pada komplikasi mematikan. Pemerintah harus menggencarkan imunisasi bagi orang dewasa, khususnya tenaga medis sebagai garda terdepan,” kata Neng Eem dikutip di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
Baca Juga :
Kemenkes: Kasus Campak Turun 93%
Neng Eem menyoroti mobilitas tinggi dan interaksi intensif tenaga medis dengan pasien membuat mereka menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi campak. Data pun, kata dia, menunjukkan situasi yang kian mengkhawatirkan, yakni hingga akhir Februari 2025 tercatat 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota dengan lebih dari 8.300 kasus terkonfirmasi.
“Tenaga medis setiap hari bertaruh nyawa menghadapi infeksi menular. Memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap dan berkala bukan hanya soal perlindungan individu, tapi langkah krusial mencegah penularan di dalam fasilitas layanan kesehatan,” ujar Nenng Eem.
Ia memperingatkan rendahnya cakupan imunisasi di luar kelompok usia anak-anak akan terus menggerus ketahanan sistem kesehatan nasional. Tanpa adanya penguatan herd immunity di kelompok dewasa, menurut dia, potensi ledakan wabah di lingkungan kerja dan fasilitas umum akan tetap menghantui Indonesia. Neng Eem juga meminta pemerintah segera memetakan ulang dan memperluas akses vaksinasi campak dewasa di seluruh provinsi yang terdampak KLB.

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengatakan akan memberikan vaksinasi kepada kelompk dewasa. Hal ini sebagai upaya melindungi tenaga kesehatan dan tenaga medis, yang termasuk kelompok rentan terhadap campak.
"Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana. Dan secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya, uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini," kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni.
Berdasarkan data Kemenkes, 8 persen kasus campak terjadi pada orang dewasa. Meski, memang mayoritas terjadi pada balita.