Hadapi El Nino, Said Abdullah: Mitigasi Dini Sektor Pangan dan Energi Harus Disiapkan

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdulla. Foto: Istimewa.

Hadapi El Nino, Said Abdullah: Mitigasi Dini Sektor Pangan dan Energi Harus Disiapkan

Devi Harahap • 10 June 2026 13:32

Jakarta: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah menyiapkan langkah antisipatif sejak sekarang untuk ancaman El Nino ekstrem. Fenomena cuaca tersebut dinilai dapat mengganggu program strategis pemerintah, terutama di sektor pangan dan sumber daya air.

"Keadaan ini bisa mengancam program kedaulatan pangan dan air. Oleh sebab itu, mitigasinya harus sedini mungkin,” kata Said dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.
 


Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar dampak perubahan iklim tidak menghambat target pembangunan yang telah ditetapkan. Selain faktor iklim, ketidakpastian geopolitik global berpotensi menimbulkan tekanan terhadap perekonomian nasional.

“Ini supaya kebijakan pangan dan energi dalam negeri yang kita laksanakan semakin resilien terhadap gejolak eksternal,” ujar Said.

Di bidang energi, Said menilai Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar terkait ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM). Karena itu, reformasi sektor energi dan perbaikan skema subsidi dinilai perlu segera dituntaskan.

“Kita mengekspor batu bara untuk menopang dunia, tetapi konsumsi energi dalam negeri berasal dari impor BBM,” ucap Said.

Lebih lanjut, Said menyoroti tantangan bonus demografi yang diperkirakan berakhir pada 2041. Ia mengingatkan peluang tersebut bisa berubah menjadi beban, apabila kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja tidak mengalami perbaikan signifikan.


Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. Foto: Istimewa.

Said mengungkapkan, dari sekitar 147,9 juta penduduk yang bekerja saat ini, lebih dari separuhnya atau sekitar 52 persen masih berpendidikan SD dan SMP. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Jangan sampai bangsa ini kian menua, namun masih miskin dan berpendidikan rendah,” tegas Said.

Menurut dia, investasi pada pendidikan menjadi syarat penting agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand yang terus meningkatkan daya saing ekonominya.

Said berharap berbagai masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam Menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Sehingga target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kesehatan fiskal negara.

“Semoga pengantar ini memberi refleksi yang cukup bagi kita semua sebelum pada hari-hari mendatang kita melakukan pembahasan yang lebih mendalam,” pungkas Said.

(Gabriella Thesa Widiari)