Ruang Fiskal Menyusut Tajam, Bank Dunia Imbau Bantuan Fokus ke Kelompok Rentan

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Ruang Fiskal Menyusut Tajam, Bank Dunia Imbau Bantuan Fokus ke Kelompok Rentan

Richard Alkhalik • 29 April 2026 14:48

Washington: Di tengah krisis pasokan energi yang dipicu oleh konflik Timur Tengah saat ini, Bank Dunia mengimbau pemangku kebijakan agar tidak gegabah dalam merumuskan langkah mitigasi ekonomi.

Wakil Kepala Ekonom dan Direktur Prospects Group Bank Dunia Ayhan Kose dalam laporan terbaru Commodity Markets Outlook dari Grup Bank Dunia mengimbau otoritas fiskal untuk merancang kebijakan yang lebih tepat ketimbang sekadar menebar jaring pengaman sosial yang masif.

“Pemerintah harus menahan godaan untuk menerapkan langkah-langkah dukungan fiskal yang luas dan tidak bertarget, yang justru dapat mendistorsi pasar dan mengikis penyangga fiskal. Sebaliknya, mereka harus fokus pada dukungan cepat dan sementara yang secara spesifik ditargetkan pada rumah tangga paling rentan,” kata Ayhan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 29 April 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok Anadolu)

Volatilitas harga minyak

Dalam laporan tersebut mengungkap bahwa volatilitas harga minyak pada periode eskalasi risiko geopolitik melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Setiap satu persen kontraksi produksi minyak akibat manuver geopolitik mampu mengerek rata-rata harga pasar hingga 11,5 persen.

Situasi tersebut kian mengkhawatirkan mengingat efek dominonya dapat merembet ke sektor komoditas vital lain yang dampaknya kira-kira 50 persen lebih besar daripada dalam kondisi pasar normal.

Hal tersebut tercermin dari ketidakpastian harga logam mulia yang berfungsi sebagai instrumen pelindung nilai terus memecahkan rekor harga tertinggi dan volatilitas dengan proyeksi kenaikan harga rata-rata mencapai 42 persen pada 2026 karena ketidakpastian geopolitik.

Di sisi lain, harga logam dasar seperti aluminium, tembaga, dan timah diperkirakan juga akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)