Iran Tegaskan AS dan Israel Akan Tinggalkan Kawasan dengan Tangan Kosong

Jajaran personel Korps Garda Revolusi Islam Iran. (Press TV)

Iran Tegaskan AS dan Israel Akan Tinggalkan Kawasan dengan Tangan Kosong

Dimas Chairullah • 14 April 2026 13:34

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel pada akhirnya nanti akan mundur dari kawasan Timur Tengah tanpa membawa pencapaian apa pun. 

Panglima tertinggi IRGC, Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani, menegaskan bahwa kekuatan perlawanan regional saat ini berdiri kokoh dan siap menghadapi pihak-pihak yang disebutnya sebagai musuh kemanusiaan.

"Front Perlawanan Bersatu memiliki kehadiran yang kuat dan efektif di seluruh wilayah, dan sedang menunggu musuh-musuh kemanusiaan," ujar Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani, seperti dikutip dari Press TV, Selasa, 14 April 2026.

Qaani menyinggung rekam jejak kegagalan militer negara-negara Barat di kawasan tersebut. Ia menekankan agar Washington dan Tel Aviv mengingat kembali bagaimana pasukan mereka pada akhirnya harus melarikan diri dari Yaman, Selat Bab el-Mandeb, dan Laut Merah.

"Mereka akan meninggalkan wilayah ini tanpa meraih prestasi apa pun," tegas komandan Pasukan Quds IRGC tersebut.

AS dan Israel memulai perang agresi skala besar dan tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan mematikan tersebut menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei beserta sejumlah komandan militer berpangkat tinggi.

Agresi tersebut tidak hanya menyasar tokoh penting, tetapi juga mencakup serangkaian serangan intensif terhadap instalasi militer dan fasilitas sipil di seluruh Iran, yang menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Sebagai bentuk balasan, Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan rentetan operasi rudal dan drone yang menargetkan berbagai fasilitas kepentingan AS di seluruh Asia Barat, serta posisi pasukan Israel di wilayah pendudukan.

Kebuntuan Diplomasi

Di jalur diplomasi, upaya untuk meredakan ketegangan justru menemui jalan buntu. Negosiasi tidak langsung antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada hari Sabtu lalu berakhir gagal, meskipun telah berlangsung selama sekitar 21 jam.

Laporan Press TV menyebutkan bahwa kegagalan kesepakatan tersebut dipicu oleh tuntutan berlebihan dari pihak Amerika Serikat. Meskipun delegasi Iran diklaim telah menyampaikan berbagai inisiatif selama pembicaraan, sikap AS dinilai menghambat kemajuan perundingan.

Berbagai isu krusial menjadi poin perselisihan yang tajam, termasuk kendali atas jalur strategis Selat Hormuz dan hak nuklir Iran. Buntut dari kegagalan ini, belum ada rencana lanjutan yang diumumkan terkait waktu, lokasi, maupun kemungkinan digelarnya putaran negosiasi berikutnya.

Baca juga:  Perundingan Iran-AS Buntu, Rusia Siap Jadi Penengah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)