Ilustrasi freepik
Mengenal Child Grooming, Isu yang Diangkat Aurelie Lewat Buku Broken Strings
Putri Purnama Sari • 12 January 2026 17:18
Jakarta: Child grooming adalah bentuk manipulasi psikologis yang dilakukan oleh seseorang, biasanya orang yang lebih dewasa untuk membangun kedekatan, kepercayaan, dan ketergantungan emosional pada anak atau remaja, dengan tujuan mengeksploitasi korban di kemudian hari. Proses ini sering berlangsung perlahan, tidak terasa sebagai kekerasan di awal, dan kerap disamarkan sebagai perhatian atau kasih sayang.
Isu child grooming tiba-tiba mencuat usai viral buku berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Ia menceritakan pengalamannya mengalami child grooming saat berusia 15 tahun. Ia menggambarkan bagaimana relasi tersebut terbentuk melalui pendekatan emosional, rasa aman palsu, serta dinamika hubungan yang tidak setara.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri. Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban," tulis Aurelie di Instagramnya, yang dikutip Senin, 12 Januari 2026.
Lantas, apa itu child grooming dan bagaimana ciri-cirinya? Berikut ini informasinya.
Apa itu Child Grooming?
Dilansir dari Alodokter, Child grooming adalah upaya manipulasi yang dilakukan orang dewasa terhadap anak atau remaja untuk membangun kedekatan emosional dengan tujuan eksploitasi, termasuk pelecehan seksual. Proses ini biasanya berlangsung perlahan dan sering kali tidak disadari oleh korban sejak awal.Pelaku akan membangun kepercayaan dengan memberikan perhatian berlebih, bersikap seolah paling memahami perasaan anak, hingga membuat korban merasa istimewa dan bergantung secara emosional. Child grooming bisa terjadi secara langsung maupun melalui media sosial.
Dalam banyak kasus, pelaku menargetkan anak atau remaja yang memiliki kepercayaan diri rendah atau sedang menghadapi masalah keluarga. Setelah hubungan terbangun, pelaku lebih mudah mengendalikan korban, termasuk dengan ancaman, intimidasi, atau menjauhkan anak dari lingkungan terdekatnya.
| Baca juga: Waspadai Child Grooming, Modus Pelecehan Seksual yang Sering Tak Disadari Orang Tua-Beranda Nasional |
Tanda Anak Mengalami Child Grooming
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:- Menjalin kedekatan dengan orang dewasa yang jauh lebih tua
- Sering membicarakan sosok tertentu secara intens
- Menarik diri dari keluarga dan teman sebaya
- Menerima hadiah berlebihan
- Menjadi lebih tertutup dan mudah tersinggung
- Korban merasa bingung, bersalah, atau sulit membedakan antara perhatian dan manipulasi
Dampak Child Grooming
Child grooming dapat berdampak serius pada kondisi mental dan emosional anak, seperti gangguan tidur, kecemasan, depresi, kesulitan konsentrasi, hingga trauma berkepanjangan. Dalam kasus tertentu, grooming juga dapat berujung pada kekerasan seksual yang membahayakan kesehatan fisik korban.Tak hanya itu, child grooming juga memiliki dampak Psikologis jangka panjang. Seseorang yang menjadi child grooming dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam, seperti:
- Kesulitan membangun relasi sehat
- Rasa bersalah dan kebingungan terhadap masa lalu
- Luka batin yang baru disadari saat dewasa
| Baca juga: Viral Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Begini Isinya |
Mengapa Kisah Ini Penting Dibicarakan?
Pengalaman yang dibagikan Aurelie membuka ruang diskusi tentang pentingnya:- Edukasi relasi sehat sejak usia dini
- Kesadaran bahwa manipulasi emosional bisa terjadi tanpa kekerasan fisik
- Dukungan bagi penyintas untuk berbicara tanpa stigma