Juru bicara KPK Budi Prasetyo. Foto: Antara.
Tersangka Korupsi Kuota Haji Bertambah Jika Ada Peran Krusial
Candra Yuri Nuralam • 17 January 2026 14:30
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan menambah tersangka dalam kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji. Pihak berperkara ditambah jika menemukan sosok lain yang memiliki peran krusial.
"Ya, nanti kita akan melihat peran-peran dari masing-masing pihak itu seperti apa. Apakah memang punya peran yang krusial dalam dalam proses inisiasi diskresi itu atau seperti apa," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, dikutip pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Budi mengatakan, ada sejumlah orang yang perannya masih diulik penyidik dalam kasus ini. Mereka yang diawasi mulai dari pejabat sampai pihak swasta.
"Terkait apa yang dilakukan di lapangan berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji ini maka memang penyidik membutuhkan pemeriksaan satu-satu kepada para biro travel ini sehingga memakan waktu yang cukup panjang," ucap Budi.
Masalah dalam kasus korupsi ini adalah karena adanya pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Indonesia sejatinya diberikan 20 ribu tambahan kuota untuk mempercepat antrean haji.

Gedung KPK. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
Dari total itu, pemerintah seharusnya membaginya dengan persentase 92 persen untuk haji reguler, dan delapan persen untuk khusus. Namun, sejumlah pihak malah membaginya rata masing-masing 50 persen.
KPK sudah banyak memeriksa pejabat di Kemenag. Lalu, pihak penyedia jasa travel umrah juga dimintai keterangan, salah satunya Ustaz Khalid Basalamah.