Operasi Ketupat Dimulai 13-25 Maret, One Way hingga Gage bakal Diterapkan

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah

Operasi Ketupat Dimulai 13-25 Maret, One Way hingga Gage bakal Diterapkan

Athiyya Nurul Firjatillah • 2 March 2026 14:52

Jakarta: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Operasi Ketupat 2026 secara terpusat selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dalam melayani mudik lebaran 2026. Sejumlah kebijakan akan diterapkan dalam operasi itu untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, seperti sistem one way, contraflow, hingga ganjil genap.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Operasi Ketupat melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait.

"Adapun untuk prediksi arus mudik, akan terjadi pada gelombang pertama, yaitu 14 sampai15 Maret 2026. Kemudian gelombang kedua, 18 sampai 19 Maret 2026,” kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di Gedung STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin, 2 Maret 2026.

Selain arus mudik, Polri memprediksi puncak arus balik. Korps Bhayangkara memprediksi puncaknya terjadi pada akhir Maret 2026.

Ilustrasi jalan tol. Foto: Dok. Jasa Marga.

“Sedangkan uncak arus balik juga diprediksi pada 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan 28 sampai 29 Maret 2026,” ujar jenderal polisi bintang tiga itu.

Guna mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026, Polri menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas, termasuk penerapan ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, serta buffer zone di sejumlah titik pelabuhan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)