Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan terbaik pertama kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. (Foto: Dok. Metro TV)
Jawa Timur dan DI Yogyakarta Raih Apresiasi Kemendagri atas Keberhasilan Menekan Pengangguran
Patrick Pinaria • 5 June 2026 15:51
Yogyakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah daerah yang dinilai berhasil menurunkan tingkat pengangguran melalui berbagai program dan kebijakan yang terukur dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Provinsi Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi dua provinsi yang mendapatkan apresiasi dalam kategori tersebut.
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali digelar pada Kamis, 4 Juni 2026. Dalam ajang ini, terbagi empat kategori apresiasi yang diberikan kepada sejumlah pemerintah daerah. Salah satunya kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.
Kategori ini menilai upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran secara terencana dan berkelanjutan. Penilaian mencakup kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, capaian nyata dalam menurunkan tingkat pengangguran, serta inovasi daerah yang mampu menghadirkan solusi efektif dan berdampak bagi masyarakat.
Pada tingkat kabupaten, Kabupaten Jombang meraih penghargaan terbaik ketiga dan menerima apresiasi sebesar Rp1 miliar. Kabupaten Pacitan menempati posisi terbaik kedua dengan apresiasi Rp2 miliar. Sementara Kabupaten Kulon Progo berhasil menjadi penerima penghargaan terbaik pertama dan memperoleh apresiasi sebesar Rp3 miliar.
Untuk tingkat kota, Kota Denpasar meraih penghargaan terbaik ketiga dengan apresiasi sebesar Rp1 miliar. Kota Surakarta menempati posisi terbaik kedua dan menerima apresiasi Rp2 miliar. Adapun penghargaan terbaik pertama diberikan kepada Kota Magelang yang memperoleh apresiasi sebesar Rp3 miliar.

Daerah Istimewa Yogyakarta menerima penghargaan terbaik kedua kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. (Foto: Dok. Metro TV)
Pada tingkat provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta meraih penghargaan terbaik kedua dan menerima apresiasi sebesar Rp2 miliar. Sementara Provinsi Jawa Timur berhasil menjadi penerima penghargaan terbaik pertama dengan apresiasi sebesar Rp3 miliar.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah yang berhasil menunjukkan capaian nyata berdasarkan data dan indikator yang terukur.
Menurut Tito, penilaian dilakukan dengan menggunakan data objektif yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan didukung oleh tim penilai yang melibatkan berbagai pihak.
"Datanya objektif mengambil dari BPS. Empat kategori akan dipertandingkan dan akan berlanjut terus," kata Tito.
Baca Juga:
DKI Jakarta dan Madiun Jadi Daerah Terbaik Kategori Creative Financing di Ajang Apresiasi Kemendagri |
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan apresiasi secara regional bertujuan menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi pemerintah daerah untuk berkompetisi sesuai dengan karakteristik dan kapasitas masing-masing wilayah.
"Kita tidak lagi melakukan iklim kompetitif tingkat nasional agar daerah kecil tidak kalah dengan daerah besar karena kemampuan fiskalnya," ujarnya.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai penghargaan yang diberikan menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari dampaknya terhadap masyarakat.
Menurutnya, prestasi yang diraih pemerintah daerah bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Prestasi adalah titik pijak, bukan titik akhir. Penghargaan malam ini bukan penanda berakhirnya tugas, melainkan penegasan bahwa tanggung jawab yang lebih besar sedang menanti," kata Sri Sultan.

Para penerima penghargaan kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. (Foto: Dok. Metro TV)
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus menjaga semangat kompetisi yang sehat dan meningkatkan kinerja pembangunan.
"Saya sependapat apabila iklim persaingan kompetitif ini selalu dipelihara untuk mendapatkan kemajuan. Oleh sebab itu, ini adalah titik start kita untuk memperbaiki, mempertahankan, dan mengembangkan hal-hal yang sudah dicapai," ujarnya.
Kemendagri berharap berbagai inovasi dan program yang telah dijalankan pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.