Akui OTT Belum Maksimal, KPK Minta Dibekali Peralatan yang Lebih Canggih

Ketua KPK Setyo Budiyanto. Foto: Antara/HO-Youtube DPR.

Akui OTT Belum Maksimal, KPK Minta Dibekali Peralatan yang Lebih Canggih

Rahmatul Fajri • 28 January 2026 15:51

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) belum berjalan maksimal. Untuk meningkatkan efektivitas penindakan, KPK meminta dukungan DPR RI agar lembaga antirasuah itu dibekali peralatan yang lebih canggih.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, OTT memang menjadi salah satu target kerja KPK. Menurut dia, pelaksanaannya sangat bergantung pada informasi yang diterima penyidik.

“Sebenarnya hampir beberapa bulan sekali pasti ada (OTT). Karena itu juga salah satu target kami, tapi bukan target yang dipaksakan. Targetnya adalah sesuai dengan informasi yang kami dapatkan,” kata Setyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Setyo menjelaskan, secara ideal KPK menargetkan setidaknya satu OTT dalam sebulan. Namun, ia menegaskan bahwa penindakan tidak bisa dilakukan secara serampangan tanpa dasar informasi yang kuat.

“Sebulan sekali memang setidaknya ada satu OTT, tetapi itu sangat bergantung pada kualitas dan validitas informasi,” ungkap Setyo.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto secara terbuka mengungkapkan bahwa kendala utama KPK bukan hanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM), melainkan juga minimnya dukungan peralatan teknologi.

“Apa sih sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya satu sebulan,” ucap Fitroh.

Ilustrasi penyidik KPK. Foto: Medcom.id.

Fitroh menilai, peralatan yang dimiliki KPK saat ini sudah tertinggal dan tidak lagi sebanding dengan kecanggihan modus kejahatan korupsi yang semakin kompleks.

“Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up-to-date,” ungkap Fitroh.

Ia pun meminta agar Komisi III DPR RI memberikan dukungan anggaran yang lebih besar agar KPK dapat memperkuat kemampuan penindakan di lapangan.

“Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barangkali OTT bisa lebih masif,” ujar Fitroh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)