Rupiah Masih Gak Berdaya, Melemah ke Rp16.755 per USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Masih Gak Berdaya, Melemah ke Rp16.755 per USD

Eko Nordiansyah • 29 January 2026 16:10

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Mata uang Garuda kembali tertekan atas dolar AS sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 29 Januari 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.755 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 33,5 poin atau setara 0,20 persen dari posisi Rp16.722 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp16.745 per USD. Rupiah melemah 27 poin atau setara 0,16 persen dari Rp16.718 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.786 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.723 per USD.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Fed tahan suku bunga

Menurut Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh keputusan FOMC yang akhirnya mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen pada pertemuan kebijakan pertamanya di 2026. Keputusan ini diambil setelah tiga kali penurunan suku bunga berturut-turut pada paruh kedua 2025.

FOMC menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung lapangan kerja maksimal dan mengembalikan inflasi ke target dua persen. Dari 12 anggota FOMC, 10 anggota memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Stephen Miran dan Christopher Waller memilih menentang tindakan tersebut. Mereka justru lebih memilih untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.

The Fed juga mengumumkan FOMC dengan suara bulat menegaskan kembali pernyataan tentang tujuan jangka panjang dan strategi kebijakan moneter, yang mengartikulasikan pendekatannya terhadap kebijakan moneter pada pertemuan organisasi tahunannya.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan ekonomi AS tumbuh dengan kecepatan yang solid tahun lalu dan memasuki 2026 dengan pijakan yang kokoh.

Namun, kebijakan moneter tidak berjalan sesuai rencana, Powell menegaskan kembali dan menambahkan Komite akan terus membuat keputusan pemotongan suku bunga dari pertemuan ke pertemuan berdasarkan data yang masuk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)