Pengelola Terminal Kampung Rambutan Gelar Ram Check Kelaikan Angkutan Lebaran 2026

Pemeriksaan kelayakan kendaraan di Terminal Kampung Rambutan. Foto: Metrotvnews.com/Zaenal Arifin

Pengelola Terminal Kampung Rambutan Gelar Ram Check Kelaikan Angkutan Lebaran 2026

Zaenal Arifin • 9 March 2026 13:09

Jakarta: Pengelola Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, melakukan ram check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan. Hal ini dilakukan sebagai pemeriksaan mudik lebaran 2026.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain, mengatakan pihaknya akan memberangkatkan sebanyak 40 unit bus setiap harinya. Puluhan bus itu dinyatakan lolos pengecekan.

"Kita targetkan bus yang diberangkatkan itu minimal 40 terperiksa ya. Karena memang setiap satu kali pemeriksaan bus itu membutuhkan waktu selama lebih kurang 20 menit ya, setiap satu kendaraan bus. Maka bisa dipastikan minimal 40 unit bus yang kita periksa setiap hari," kata Revi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin, 9 Maret 2026.

Revi menjelaskan ram check ini meliputi tiga kategori pengecekan. Pertama, pengecekan kelengkapan administrasi seperti pemeriksaan buku KIR, izin trayek, STNK, dan SIM pengemudi.

"Untuk sistem utama itu adalah sistem rem, sistem roda, sistem kemudi, sistem lampu, itu adalah yang menyangkut langsung kepada aspek keselamatan. Sehingga untuk sistem utama itu tidak boleh ada toleransi. Toleransinya nol, karena dia langsung menyangkut aspek keselamatan," ungkap Revi.

Kemudian ada sistem penunjang, yang menyangkut alat kelengkapan pada kendaraan, seperti dongkrak. Lalu, segitiga pengaman, kotak obat, dan alat pemukul kaca pada keadaan darurat.

"Itu kita cek supaya harus ada di dalam kendaraan untuk melengkapi syarat untuk pengujian ramp check itu," ucap Revi.

Terminal. Foto: Ilustrasi MI

Revi menegaskan, kelayakan semua persyaratan kendaraan harus dipenuhi untuk bisa mengangkut penumpang lebaran. Menurutnya, bila ada satu saja yang bermasalah, maka kendaraan tersebut tidak diizinkan untuk beroperasi.

"Kecuali kendaraan tersebut langsung diperbaiki di tempat, ya. Kalau diperbaiki di tempat kita cek kembali, setelah dia sudah berfungsi dengan baik, baru kita perbolehkan untuk berangkat. Tapi apabila masih rusak atau tidak berfungsi salah satu sistem tersebut, maka tidak diperkenankan untuk diberangkatkan atau kita setop operasi, begitu," kata Revi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)