Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. ANTARA/HO-indonesia-air.com/pri.
Bandara Adisutjipto Tegaskan Pesawat ATR 42-500 Mengangkut 10 Orang
Ahmad Mustaqim • 21 January 2026 19:43
Yogyakarta: Data penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026,10 orang. Meski awalnya manifes penerbangan mencatat 11 orang, namun otoritas Bandara Adisutjipto Yogyakarta menegaskan jumlah penumpang sebenarnya hanya 10 orang.
"Total kru-nya ada tujuh, kemudian pax-nya (penumpang) ada tiga," kata Manajer Umum PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Adisutjipto, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, Rabu, 21 Januari 2026.
Saat memberi keterangan ke media pada hari kejadian, Wibowo juga menyatakan pesawat itu membawa 10 penumpang. Meski manifes mencantumkan 11 nama, jumlah penumpang yang berangkat tetap 10 orang.
Wibowo tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait perbedaan jumlah penumpang dalam dokumen manifes yang tersebar. Ia hanya menyatakan bahwa pesawat ATR 42-500 milik Indonesian Air Transport lepas landas dari Bandara Adisutjipto pukul 08.58 WIB.
"Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray sudah kami lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara. Kemudian di ruang tunggu, setelah itu boarding menuju ke Makassar," ujarnya.

Pesawat PT Indonesia Air Transport (IAT). Foto: pinterpoin.com
Hingga kini, dua korban telah ditemukan dan dievakuasi. Dua korban itu diketahui berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Korban kedua dievakuasi dengan jalur darat ke Posko Tompobulu, Kabupaten Pangkep.
Sementara korban pertama dievakuasi dengan helikopter setelah sampai di Dusun Lampeso, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Jenazah korban tiba pagi tadi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.