Ilustrasi. Foto: dok MI/Vicky Gustiawan.
Makin Tertekan! Rupiah Nyaris 'Senggol' Rp17 Ribu/USD
Ade Hapsari Lestarini • 19 January 2026 16:37
Jakarta: Kurs rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan sore ini makin tertekan. Sejak perdagangan pagi, mata uang Garuda itu sudah tertekan.
Mengacu data Bloomberg, Senin, 19 Januari 2026, rupiah melemah 68 poin atau setara 0,40 persen ke posisi Rp16.955 per USD jika dibandingkan perdagangan pagi yang berada di posisi Rp16.918 per USD.
Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga melemah 59 poin atau setara 0,35 persen menjadi Rp16.935 per USD dibandingkan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.876 per USD.
Adapun data informasi kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah berada di posisi Rp16.935 per USD. JISDOR adalah kurs referensi bank sentral yang digunakan sebagai dasar transaksi perdagangan berbasis valuta asing.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Rupiah dapat menguat terbatas
Mengutip Kyodo, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor tambahan kepada negara-negara yang tidak mendukung upaya Amerika Serikat mencaplok Greenland.
Sikap Trump yang bersikukuh ingin menguasai Greenland, wilayah otonomi Denmark yang strategis dan kaya sumber daya alam, telah memicu penolakan keras dari para pemimpin Eropa.
Ia menegaskan pulau terbesar di dunia itu harus dikuasai demi keamanan nasional AS karena kehadiran Tiongkok dan Rusia di kawasan Arktik semakin meningkat.
"Rupiah mungkin tidak akan menguat banyak dan juga masih berpotensi melemah oleh sentimen risk off dari eskalasi ini," ujar Lukman, dilansir Antara.
Di sisi lain, investor turut mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu, 21 Januari 2026 yang diperkirakan bakal memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. "Namun, investor mencari kejelasan akan prospek suku bunga ke depannya," ujar dia.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi berkisar Rp16.850-Rp16.950 per USD.