Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Eko Nordiansyah
Rupiah Dibuka ke Rp17.346/USD Senin Pagi
Eko Nordiansyah • 4 May 2026 09:16
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penurunan. Rupiah masih tertekan meski dolar AS juga masih bergerak stagnan di tengah ketidakpastian global.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 4 Mei 2026, rupiah berada di level Rp17.346 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun sembilan poin atau setara 0,05 persen dari Rp17.337 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.345 per USD. Rupiah masih bergerak datar sama seperti penutupan perdagangan pekan lalu.
(1).jpeg)
(Ilustrasi. Foto: MI/Susanto)
Tekanan global masih membayangi rupiah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen global yang masih dipenuhi ketidakpastian geopolitik serta penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan mata uang Garuda. Ia memproyeksi rupiah bisa melemah ke Rp17.750 per USD."Kemudian kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550," kata Ibrahim dalam keterangannya.
Menurutnya, penguatan dolar AS didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Investor kini beralih dari aset berisiko di negara berkembang dan beralih ke dolar AS.
"Apa yang menyebabkan indeks dolar menguat, ada beberapa faktor. Memang yang paling utama adalah geopolitik, tapi masih ada perpolitikan di Amerika, perang dagang, kebijakan bank sentral, dan supply dan demand," ujarnya.
Selain faktor geopolitik, Ibrahim menilai kebijakan perdagangan AS seperti penerapan tarif impor baru juga berpotensi menambah tekanan pasar. Tak hanya itu, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian karena berdampak pada inflasi global serta kebijakan suku bunga acuan
"Meski demikian, pergerakan rupiah tetap sangat bergantung pada respons Bank Indonesia serta perkembangan situasi global dalam beberapa hari ke depan. Intervensi di pasar valas dan stabilitas domestik akan menjadi penopang penting agar pelemahan rupiah tidak berlangsung lebih dalam," kata dia.