Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana memberikan keterangan resmi kepada awak media di Tangerang, Banten, pada Rabu (23/9/2026). ANTARA/Azmi Samsul M
Pemkab Tangerang Siapkan Pemulangan PMI Korban Penyiksaan di Malaysia
Whisnu Mardiansyah • 4 November 2026 15:50
Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), siap membantu proses pemulangan Siti Rohaya (SR), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Sepatan Timur yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya di Malaysia.
Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana mengatakan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk memfasilitasi kepulangan korban ke Indonesia.
"Tentunya kami akan membantu proses pemulangan yang bersangkutan. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan bersurat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI," kata Rudi di Tangerang, seperti dilansir Antara, Rabu, 4 November 2026.
Ia menyampaikan, koordinasi dengan pemerintah pusat diperlukan agar proses pendampingan dan pemulangan Siti Rohaya dapat berjalan hingga korban kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Disnaker Kabupaten Tangerang juga meminta keluarga korban segera menyampaikan laporan resmi. Dokumen tersebut diperlukan sebagai dasar untuk mempercepat koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait.
"Selain bersurat ke Kementerian Luar Negeri, kami juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga sebagai dasar penanganan," ujarnya.
Selain mengupayakan pemulangan, Disnaker akan memeriksa data kependudukan dan menelusuri dokumen pemberangkatan Siti Rohaya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah korban berangkat melalui jalur prosedural atau nonprosedural.
"Kami akan melacak proses pemberangkatan Siti Rohaya, apakah legal atau ilegal. Kami juga memburu pihak agen penempatan atau penyalur PMI tersebut. Jika terbukti menggunakan jalur ilegal, tentu akan langsung kami proses hukum dan laporkan ke pihak berwajib," kata Rudi.
Sementara itu, orang tua korban, Kartim, membenarkan Siti Rohaya merupakan anggota keluarganya. Ia mengaku pertama kali memperoleh informasi mengenai kondisi anaknya setelah didatangi petugas kepolisian setempat.
Petugas tersebut menyampaikan Siti Rohaya tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Malaysia.
"Ada petugas memberi kabar kalau Siti Rohaya sedang dirawat di Malaysia," ujar Kartim.

Ilustrasi medcom.id
Setelah menerima kabar tersebut, Kartim langsung menghubungi mantan istrinya untuk memastikan informasi mengenai kondisi anaknya. Ia mengaku tidak mengetahui keberangkatan Siti Rohaya ke Malaysia.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mengonfirmasi seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) berinisial SR asal Banten, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia, menjadi korban penyiksaan oleh majikannya.
Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo mengatakan, korban berhasil diselamatkan setelah KBRI Kuala Lumpur menerima laporan mengenai peristiwa tersebut.
"Tanggal 16 Oktober 2026 seorang warga di Selangor menemukan seorang WNI yang ditelantarkan atau ditinggalkan di pinggir jalan, bahkan di tengah hutan waktu itu, dan mereka membawa korban ke pos polisi terdekat," ujarnya pada Rabu (28/10).
Menurut Iman, kepolisian setempat kemudian menghubungi bagian konsuler KBRI Kuala Lumpur. Tim KBRI selanjutnya menjemput korban dan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Otoritas keamanan Malaysia juga telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Selain itu, polisi mengamankan seorang agen yang mengirim korban untuk bekerja di Malaysia.
"Pihak PDRM langsung bergerak. Pada tanggal 18 Oktober 2026, kelima pelaku sudah diamankan oleh Polisi Diraja Malaysia dan sudah masuk dalam tahanan. Berikut juga satu agen yang mengirim korban untuk bekerja di Malaysia," kata Iman.
Saat ini, Siti Rohaya masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Malaysia. Iman bersama jajaran KBRI Kuala Lumpur telah menjenguk korban pada Selasa (27 Oktober) dan melihat kondisinya sudah jauh membaik.