Peringatan puncak satu Abad Rahmi Hatta di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Mengenang Satu Abad Rahmi Hatta, Menjaga Keteladanan Lewat Seni dan Kepedulian
Deny Irwanto • 8 September 2026 07:26
Jakarta: Genap satu abad usia Rahmi Hatta menjadi momentum bagi keluarga besar Yayasan Meutia Hatta Swasono untuk mengenang sekaligus meneruskan nilai-nilai yang melekat pada sosok perempuan yang pernah mendampingi Proklamator Kemerdekaan sekaligus Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta.
Peringatan tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari catatan sejarah. Nilai keteladanan, kepedulian, kesederhanaan, dan kemanusiaan yang selama ini melekat pada Rahmi Hatta diterjemahkan melalui sejumlah kegiatan yang mempertemukan seni, sejarah, serta aksi sosial.
Rangkaian kegiatan Satu Abad Rahmi Hatta berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Sejumlah agenda disiapkan untuk menghadirkan sosok Rahmi Hatta dalam perspektif yang lebih dekat dengan masyarakat dan generasi masa kini, mulai dari fashion, seni, diskusi, hingga kegiatan sosial.
Dua kegiatan tersebut memiliki bentuk berbeda, tetapi membawa pesan yang beririsan, yakni keluarga dan kepedulian kepada sesama.
Memaknai Rahmi Hatta Lewat “RUMAH”
Fashion Performance Art “RUMAH” menjadi salah satu bagian utama dari peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta. Pertunjukan yang disutradarai dramawan dan pegiat teater senior Wawan Sofwan tersebut mengangkat perjalanan hidup Rahmi Hatta melalui perspektif rumah.
Dalam pertunjukan itu, rumah dimaknai sebagai ruang tempat nilai, kasih sayang, karakter, dan keteladanan tumbuh serta diwariskan. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui perpaduan teater, fashion, musik, dan tari.

Peringatan puncak satu Abad Rahmi Hatta di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.
“RUMAH” menggambarkan perjalanan Rahmi Hatta sejak masa muda, kehidupannya sebagai pendamping Mohammad Hatta, hingga perannya sebagai sosok perempuan yang memiliki pengaruh di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Rumah dalam pertunjukan tersebut tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik. Rumah menjadi simbol tempat seseorang belajar tentang kehidupan, membangun keluarga, menanamkan nilai, sekaligus meneruskan warisan kepada generasi berikutnya.
Unsur fashion turut menjadi bagian dari alur pertunjukan. Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta dihadirkan kembali di atas panggung dan diperagakan oleh Top 4 Puteri Indonesia serta Abang None Jakarta Barat.
Busana yang dikenakan Rahmi Hatta menjadi bagian dari perjalanan cerita. Koleksi tersebut tidak hanya dipandang sebagai pakaian, tetapi juga sebagai artefak yang menyimpan potongan sejarah kehidupan seorang perempuan di tengah perjalanan bangsa Indonesia.
Pertunjukan juga menghadirkan monolog yang dibawakan Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina. Dari sisi musik, panggung “RUMAH” diisi sejumlah musisi lintas generasi, antara lain Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey, serta penampilan tari kreasi lainnya.
Perpaduan berbagai unsur tersebut membuat “RUMAH” menjadi pertunjukan seni yang mencoba mempertemukan kisah masa lalu dengan kehidupan masa kini.

Peringatan puncak satu Abad Rahmi Hatta di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Dari “Legacy” hingga “RUMAH”
Sebelum “RUMAH”, rangkaian Satu Abad Rahmi Hatta telah dibuka melalui Afternoon Tea Talkshow: Satu Abad Rahmi Hatta, Sebuah Legacy pada 1 Juli 2026 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Mengusung tema “Legacy of Rahmi Hatta: Past, Present and Future”, kegiatan tersebut menghadirkan Meutia Farida Hatta Swasono, Dewi Motik, serta Prilly Latuconsina. Ketiganya membahas nilai intelektualitas, kesederhanaan, dan keteladanan yang diwariskan Rahmi Hatta serta relevansinya bagi perempuan Indonesia.
Kegiatan pembuka juga menghadirkan pameran koleksi busana pribadi Rahmi Hatta. Koleksi tersebut kemudian diperagakan oleh Puteri Indonesia dan Abang None Jakarta Pusat melalui fashion presentation dengan sentuhan kontemporer tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang melekat.
Jika kegiatan pembuka mengajak publik mengenal warisan Rahmi Hatta melalui dialog dan koleksi personal, “RUMAH” menerjemahkan perjalanan tersebut melalui bahasa panggung.
Peringatan satu abad Rahmi Hatta kemudian dilengkapi dengan kegiatan sosial yang digelar di lokasi yang sama.
“Ikatan Cinta” dan 40 Pasangan
Sebanyak 40 pasangan mengikuti nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026. Prosesi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad Rahmi Hatta.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara menerjemahkan nilai kepedulian yang diwariskan Rahmi Hatta ke dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Prosesi turut disaksikan Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i. Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan dimensi perkawinan sebagai peristiwa agama, sosial, dan hukum yang berkaitan dengan hak serta kewajiban pasangan dan anak-anak yang lahir dari perkawinan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Fajrin Saadi, mengatakan nikah massal tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad Rahmi Hatta sekaligus langkah awal Yayasan Meutia Hatta untuk meneruskan kepedulian sosial yang diwariskan keluarga.
“Ini bukan sekadar perayaan satu abad Rahmi Hatta. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk meneruskan nilai kepedulian beliau kepada masyarakat. Salah satunya melalui nikah massal, karena masih banyak masyarakat yang menghadapi kendala sosial dan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan secara resmi,” kata Fajrin dalam keterangan pers dikutip, Senin, 7 September 2026.
Menurut Fajrin, kegiatan tersebut tidak berdiri sendiri. Yayasan Meutia Hatta berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, untuk memperluas manfaat program sosial bagi masyarakat.
Ia menuturkan persoalan administrasi dan status hukum perkawinan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, ke depan pihaknya ingin mendorong program yang tidak hanya menyentuh pasangan yang hendak menikah, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait status hukum perkawinan.
“Kami ingin bekerja sama dengan berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat, terutama keluarga yang selama ini menghadapi kendala, memperoleh kepastian dan perlindungan hukum,” jelas Fajrin.
Kepedulian sebagai Warisan
Semangat kepedulian juga terlihat melalui sejumlah kegiatan sosial yang digelar bersamaan. Selain nikah massal, Yayasan Meutia Hatta menghadirkan aksi donor darah, layanan pembuatan paspor, serta ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Bagi keluarga Rahmi Hatta, rangkaian kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda peringatan. Nilai yang ingin diteruskan adalah keteladanan Rahmi Hatta dalam memberikan perhatian kepada masyarakat dan lingkungan sosial di sekitarnya.
“Warisan Ibu bukan hanya sesuatu yang berbentuk benda atau peninggalan, tetapi lebih kepada contoh hidup. Ibu selalu belajar, mengajak orang lain dan memberikan teladan tanpa memaksa. Kepedulian itu yang ingin kami teruskan,” tutur Fajrin.
Meutia Hatta, putri sulung Mohammad Hatta dan Rahmi Hatta sekaligus pimpinan Yayasan Meutia Hatta Swasono, mengungkapkan rasa haru atas terselenggaranya rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, momentum satu abad Rahmi Hatta menjadi pengingat jika nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan orang tuanya masih relevan untuk diteruskan kepada generasi sekarang.
Ia menyebut kepedulian Rahmi Hatta terhadap masyarakat merupakan bagian dari perjalanan panjang keluarga Hatta. Nilai tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari keteladanan Mohammad Hatta dalam mengabdikan diri bagi bangsa.
“Yang membuat saya terharu adalah melihat kepedulian Ibu bisa diteruskan. Ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk menikah, ada yang menghadapi berbagai kesulitan, dan hari ini kita bisa hadir bersama mereka,” ujar Meutia.
Meutia menambahkan Yayasan Meutia Hatta tidak akan berhenti pada kegiatan nikah massal. Berbagai program sosial akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.