Jalan DI Panjaitan Jaktim Terendam Banjir, Lalu Lintas Lumpuh

Kepadatan lalu lintas akibat banjir di ruas Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.

Jalan DI Panjaitan Jaktim Terendam Banjir, Lalu Lintas Lumpuh

Fachri Audhia Hafiez • 29 January 2026 20:39

Jakarta: Arus lalu lintas (lalin) di ruas Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur, mengalami kemacetan parah akibat genangan banjir setinggi 30 hingga 40 sentimeter pada Kamis malam, 29 Januari 2026. Kondisi ini memaksa pengendara melintas bergantian di lajur paling kanan guna menghindari titik terdalam dan risiko kendaraan mogok.

"Jadi, macet kaya gini, sehingga makin susah sampai cepat di rumah. Sebelumnya sempat surut, pagi saya berangkat kerja banjir juga, lalu surut, tapi pas pulang banjir lagi," kata salah satu pengendara sepeda motor, Hendri, 42, di lokasi, dikutip dari Antara, Kamis malam, 29 Januari 2026.
 


Banjir yang dipicu hujan deras sejak sore hari ini diperparah oleh buruknya sistem drainase di sepanjang jalan tersebut. Akibatnya, banyak sepeda motor yang nekat menerjang genangan berakhir mati mesin dan harus menepi ke bahu jalan.

Warga setempat, Ferry, 44, menyebutkan bahwa ruas jalan ini memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur dengan durasi yang lama.

"Kalau hujan lumayan lama, biasanya jalan ini banjir. Jadi, sudah biasa, pasti begini. Macet banget. Banyak yang lawan arah, khususnya untuk pengendara sepeda motor. Kalau mobil masih bisa," ujar Ferry.

Ferry menambahkan, frekuensi banjir di Jalan DI Panjaitan meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Bahkan, dalam satu hari, air bisa menggenangi badan jalan lebih dari satu kali, yang sangat menyulitkan mobilitas warga dan pekerja.


Ilustrasi banjir. Foto: Dok. Metro TV.

"Minggu ini sudah empat kali terendam. Hari ini saja sudah dua kali, pagi dan malam," ucap Ferry.

Genangan air masih terlihat di sejumlah titik. Petugas kepolisian dan dinas terkait terus melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mengekor panjang. Para pengendara pun diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan risiko kerusakan mesin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)