Tertekan Lagi, Rupiah Balik ke Level Rp16.800-an

Rupiah. Foto: Metrototvnews.com/Husen.

Tertekan Lagi, Rupiah Balik ke Level Rp16.800-an

Husen Miftahudin • 27 January 2026 09:44

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan setelah sempat menguat pada perdagangan pagi kemarin.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 27 Januari 2026, rupiah hingga pukul 09.34 WIB berada di level Rp16.803 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 21 poin atau setara 0,13 persen dari Rp16.782 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.774 per USD. Rupiah melemah tipis empat poin atau setara 0,02 persen dari Rp16.770 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan kembali menguat.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp16.750 per USD hingga Rp16.900 per USD," jelas Ibrahim.
 

Baca juga: Sempat Menguat, Rupiah Kembali Tertekan ke Rp16.782 per USD
 

Ketegangan AS dan sekutu NATO soal Greenland


Menurut Ibrahihm, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO terkait Greenland, yang telah mengguncang pasar global.

"Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas," ucap Ibrahim.

Memperparah ketegangan geopolitik tersebut, Trump meningkatkan gesekan perdagangan dengan Kanada akhir pekan ini, berjanji untuk mengenakan tarif 100 persen pada barang-barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. 

Trump menulis di platform media sosialnya bahwa Kanada dapat digunakan sebagai 'pelabuhan transit' untuk barang-barang Tiongkok yang masuk ke AS dan memperingatkan Beijing akan 'memakan Kanada hidup-hidup' jika kesepakatan tersebut berjalan.

Selain itu, ekspektasi seputar kebijakan moneter AS. Federal Reserve dijadwalkan untuk mengakhiri pertemuan kebijakannya pada Rabu, dan pasar secara luas mengantisipasi bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga tetap.

"Meskipun jeda kenaikan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini," papar Ibrahim.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Thomas Djiwandono terpilih jadi Deputi Gubernur BI


Di sisi lain, pergerakan kurs rupiah juga terpengaruh oleh sentimen pasar yang mendukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot. 

Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi. Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar. 

Selain itu, pasar merespons positif terhadap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono yang terpilih menjadi Deputi Gubernur BI, setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR RI.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)