Sempat Menguat, Rupiah Kembali Tertekan ke Rp16.782 per USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Tertekan ke Rp16.782 per USD

Ade Hapsari Lestarini • 26 January 2026 17:20

Jakarta: Kurs rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan sore ini tertekan lagi. Padahal, pada perdagangan pagi, mata uang Garuda itu sudah perkasa.

Mengacu data Bloomberg, Senin, 26 Januari 2026, rupiah melemah 38 poin atau setara 0,23 persen ke posisi Rp16.782 per USD jika dibandingkan perdagangan pagi yang berada di posisi Rp16.779 per USD.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga melemah menjadi Rp16.833 per USD. Angka ini stabil dibandingkan sebelumnya.

Adapun data informasi kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah berada di posisi Rp16.779 per USD. JISDOR adalah kurs referensi bank sentral yang digunakan sebagai dasar transaksi perdagangan berbasis valuta asing.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto
 

 

Rupiah sempat menguat


Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong sebelumnya mengatakan penguatan rupiah diiringi rilis data ekonomi AS yang lemah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali mengalami sell-off menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah,” katanya kepada Antara.

Tercatat, Purchasing Managers' Index (PMI) AS mencapai 51,9, kurang dari perkiraan yang sebesar 52. Adapun ekspektasi inflasi konsumen AS sebesar empat persen, di bawah dugaan 4,2 persen.

Di samping itu, penguatan rupiah turut didukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif.

"BI umumnya intervensi di spot, obligasi, dan non deliverable forward (NDF)," ungkap Lukman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)