Ilustrasi petani. Foto: ANTARA/Agung Dwi Prakoso.
Petani Jakarta Utara Diimbau Tanam Palawija Antisipasi Dampak Kemarau
Fachri Audhia Hafiez • 3 August 2026 13:58
Jakarta: Petani di wilayah Jakarta Utara diimbau beralih menanam komoditas pangan yang tahan terhadap keterbatasan air. Langkah ini diambil guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September 2026.
“Petani telah kami arahkan untuk menyiasati musim kemarau dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Novy Christine Palit, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 3 Agustus 2026.
Novy menjelaskan pihaknya terus memberikan pendampingan intensif kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan cuaca ekstrem. Menurutnya, tanaman jenis palawija jauh lebih cocok dibudidayakan saat kemarau dibandingkan tanaman yang membutuhkan pasokan air berlebih.
Sementara itu, areal persawahan padi seperti di kawasan Rorotan, Novy memastikan kondisinya masih aman karena diperkirakan memasuki masa panen dalam dua pekan ke depan. Tanaman padi hanya membutuhkan banyak air pada awal masa tanam, sehingga cuaca kering saat ini justru mendukung proses pemanenan.
“Penanaman kembali akan dilakukan saat awal musim hujan,” jelas Novy.
.jpg)
Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.
Dia mengingatkan petani mewaspadai potensi peningkatan serangan hama yang kerap muncul selama musim kemarau. Mulai dari kutu putih pada tanaman buah hingga ancaman burung dan tikus di persawahan.
Selain itu, budidaya sayuran yang terdampak cuaca terik disarankan untuk menerapkan sistem hidroponik agar penggunaan air lebih efisien. “Karena kebutuhan air dan nutrisi dapat dipenuhi secara terukur,” kata Novy.