Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. ANTARA/HO-Ditjen Imigrasi.
Sebelum Diburu KPK, Wamen Silmy Karim Sempat Balas Pesan Jurnalis
Fachri Audhia Hafiez • 3 June 2026 19:25
Jakarta: Wakil Menteri (Wamen) Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim sempat membalas pesan singkat dari jurnalis di Jakarta. Respons tersebut dikirimkan sesaat sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengumumkan pencarian terhadap keberadaan dirinya.
"Selamat sore. Baiknya Pak Menteri yang jawab ya," ujar Silmy saat dihubungi dari Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca Juga :
KPK Buru Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim
Pernyataan singkat tersebut disampaikan Silmy saat sejumlah awak media meminta tanggapan resminya terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK, yang menjerat aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Salah satu pejabat yang terjaring operasi senyap tersebut adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.
Lembaga Antirasuah mengonfirmasi penindakan di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat. Hal ini merupakan OTT ke-11 yang digelar sepanjang 2026.
"Benar, ada OTT di Imigrasi Jakbar," ungkap Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada Antara pada Rabu pagi.
Hingga perkembangan terbaru, KPK mengonfirmasi telah mengamankan belasan orang dalam operasi yang dilancarkan sejak Selasa malam, 2 Juni 2026. Tidak hanya di Jakarta, tim penindak KPK dilaporkan masih terus bergerak di lapangan, dengan menyisir wilayah Bali hingga Jawa Barat.
Dari serangkaian penggeledahan, petugas berhasil menyita berbagai barang bukti bernilai ekonomis tinggi. Di antaranya adalah unit mobil, sepeda motor, mata uang asing berupa dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, hingga bongkahan logam mulia emas.

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim saat ditemui di Jakarta. Foto: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa operasi tangkap tangan ini berkaitan erat dengan praktik punguan liar (pungli) dan suap pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA). Pengurusan dokumen yang dipermainkan meliputi Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
Kendati sempat merespons pertanyaan wartawan, keberadaan Silmy kini misterius. Pada Rabu petang, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo langsung mengumumkan bahwa tim penyidik tengah memburu keberadaan sang Wamen karena diduga kuat terlibat dalam pusaran kasus korupsi tersebut.