Dolar AS. Foto: Dailyfx via Ajaib.co.id
6 Mata Uang Utama Dunia Masih Tak Sanggup Lawan Kedigdayaan Dolar AS
Husen Miftahudin • 20 February 2026 09:18
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) masih mencatatkan penguatan terhadap enam mata uang utama dunia. Hal ini didukung oleh serangkaian data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, prospek Federal Reserve yang lebih agresif, serta ketegangan antara AS dan Iran yang membuat pasar tetap waspada.
Mengutip Xinhua, Jumat, 20 Februari 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,23 persen menjadi 97,922.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro turun menjadi USD1,1763 dari USD1,1788 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3451 dari USD1,3503 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 155,09 yen Jepang, lebih tinggi dari 154,79 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,7759 franc Swiss dari 0,7728 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga naik menjadi 1,3706 dolar Kanada dari 1,3698 dolar Kanada. Dolar AS bertambah menjadi 9,0773 krona Swedia dari 9,0395 krona Swedia.
| Baca juga: Masih Kuat, Dolar AS Gilas Mata Uang Utama Dunia |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Ditopang konflik AS-Iran
Kekhawatiran tentang konflik AS-Iran juga memberikan dukungan sebagai aset aman bagi dolar AS minggu ini. Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka harus membuat kesepakatan mengenai program nuklirnya atau hal-hal yang sangat buruk akan terjadi.
Trump juga menetapkan tenggat waktu 10 hingga 15 hari, yang memicu ancaman dari Teheran untuk membalas serangan terhadap pangkalan AS di wilayah tersebut jika diserang.
Hal itu benar-benar dapat memengaruhi pasar minyak dan pasar mata uang jika keadaan memburuk di sana. Ini juga akan menjadi ujian apakah dolar AS masih merupakan aset aman atau tidak.
Fokus pasar kini beralih ke rilis indeks harga PCE inti AS dan angka PDB kuartal keempat awal yang akan dirilis Jumat ini, yang dapat mendorong pergerakan mata uang selanjutnya.
Investor terus memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga Fed tahun ini, meskipun ekspektasi untuk langkah tersebut pada Juni telah turun menjadi sekitar 58 persen dari 62 persen seminggu yang lalu, menurut alat CME FedWatch.