Wagub DKI Rano Belum Pegang Data Jumlah Perlintasan Sebidang Tanpa Penjagaan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. MI/Farhan Zhuhri

Wagub DKI Rano Belum Pegang Data Jumlah Perlintasan Sebidang Tanpa Penjagaan

Farhan Zhuhri • 29 April 2026 19:01

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengaku belum mendapatkan data titik sebaran lokasi perlintasan sebidang di Jakarta yang tidak memiliki penjagaan, seperti palang perlintasan kereta dan pos pengamanan.

Berdasarkan data KAI, terdapat 423 titik perlintasan sebidang di wilayah Daop 1 Jakarta, yang terbentang dari Banten hingga Cikampek. Dari total perlintasan sebidang itu, sebanyak 130 titik termasuk kategori perlintasan tidak terjaga.

“Saya belum tentu belum dapat data tentang pintu (palang perlintasan) kan? Belum, saya belum dapat data berapa banyak pintu yang tidak terjaga (Jakarta),” ujar Rano Karno di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Rano menjelaskan Kota Jakarta memiliki perlintasan kereta api yang lebih banyak daripada daerah lain. Namun, Rano belum menyebutkan titik mana saja yang memenuhi standar keamanan.

“Tapi maaf, barangkali kalau palang atau pintu itu pasti Jakarta jauh lebih banyak daripada wilayah yang lain. Tapi apakah pintu itu ada yang jaga itu memang kita mesti pertanyakan,” ujar Rano.


Sejumlah pengendara sepeda motor menunggu untuk menyeberangi jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Roxy, Gambir, Jakarta, Rabu (6/8/2025). ANTARA FOTO/Fauzan

Baca Juga: 

Pembangunan Flyover di Perlintasan KA Bekasi Melalui Skema Bantuan Presiden

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyoroti masih tingginya jumlah perlintasan sebidang yang belum dilengkapi pengamanan memadai. Kondisi ini dinilai menjadi titik rawan kecelakaan yang harus segera ditangani secara sistematis oleh pemerintah daerah.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan dari total 423 perlintasan sebidang di wilayah operasionalnya, sebanyak 130 titik belum dijaga. Sementara itu, 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.

“Perlintasan yang tidak ada penjaganya serta tidak dilengkapi alat pengamanan seperti palang pintu, sirine, dan perangkat keselamatan lainnya menjadi perhatian serius,” ujar Franoto saat dihubungi, Rabu, 29 April 2026.

Tak hanya itu, KAI mencatat terdapat 118 perlintasan tidak sebidang berupa flyover dan underpass. Infrastruktur ini dinilai sebagai solusi paling aman untuk meminimalkan potensi kecelakaan antara kereta api dan pengguna jalan.

Dia menegaskan KAI mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan perlintasan sebidang, khususnya yang tidak terjaga. Langkah yang diusulkan tidak sebatas pemasangan alat pengamanan, tetapi juga transformasi menjadi perlintasan tidak sebidang.

“Kami mendukung Pemda untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang yang tidak terjaga, dengan cara mengubahnya menjadi perlintasan tidak sebidang, atau minimal dilengkapi peralatan pengamanan dan penjaganya,” tegas dia.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api. Tanpa intervensi serius, perlintasan tak terjaga berpotensi terus memakan korban.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)