Ilustrasi jenazah PRT melompat dari lantai 4. Foto: Medcom.id
2 PRT Lompat dari Bangunan Lantai 4 Benhil Diduga Korban Perbudakan Modern
Vania Liu • 28 April 2026 11:34
Jakarta: Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) menyoroti kasus dua pekerja rumah tangga (PRT), yang nekat melompat dari gedung lantai empat di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut dinilai sebagai indikasi praktik perbudakan modern.
“Harusnya pemilik kos ditangkap karena melakukan penyekapan dan isolasi, karena full ditutup teralis. Mereka terjun karena tidak punya akses untuk keluar secara normal sehingga nekat dan meregang nyawa,” ujar Direktur Institut Sarinah, Eva Kusuma Sundari, saat dikonfirmasi mewakili JALA PRT, Selasa, 28 April 2026.
Menurut Eva, Polisi harus menindak tegas. Serta, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku, mengingat sejumlah bukti telah dikantongi penyidik.
“Menurut saya, polisi sudah punya bukti-bukti nyata dan harusnya langsung menahan pemilik rumah dan pemberi kerja yang melakukan perbudakan modern,” kata Eva.
Baca Juga :Polisi Dalami Dugaan TPPO dan Eksploitasi Anak dalam Kasus 2 PRT Lompat di Indekos Benhil
Sebanyak dua PRT dilaporkan melompat dari lantai empat tempat tinggal majikannya di Benhil, Jakarta Pusat. Satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami patah tangan.
Polda Metro Jaya telah memeriksa sembilan saksi terkait kasus ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebutkan saksi yang diperiksa meliputi pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, hingga korban selamat.

Ilustrasi jenazah PRT melompat dari lantai 4. Foto: Medcom.id
Selain itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti rekaman CCTV, serta melakukan visum dan autopsi terhadap korban meninggal. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Kasus ini kembali menjadi sorotan terhadap lemahnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga di Indonesia, yang dinilai rentan mengalami kekerasan dan eksploitasi.