Apel gabungan persiapan pengamanan aksi unjuk rasa nelayan di halaman Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin, 4 Mei 2026. ANTARA/HO-Humas Polresta Pati
Polresta Pati Kawal Aksi Nelayan Tanpa Senjata Api
Silvana Febiari • 4 May 2026 09:40
Pati: Polresta Pati memastikan pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi oleh Forum Komunikasi Nelayan Besar Kabupaten Pati dilakukan dengan pendekatan humanis dan profesional. Personel juga tidak dibekali senjata api maupun peralatan berbahaya lainnya.
"Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mengawal penyampaian pendapat di ruang publik," kata Kapolresta Pati Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi usai apel gabungan persiapan pengamanan aksi unjuk rasa nelayan di halaman Pendopo Kabupaten Pati, dilansir dari Antara, Senin, 4 Mei 2026.
Dalam pengamanan tersebut, kata dia, Polri juga melakukan pendekatan persuasif dengan mengedepankan komunikasi yang efektif sebagai prioritas. Tujuannya untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Baca Juga :
Selain itu, seluruh personel juga menerima arahan secara menyeluruh sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelaksanaan pelayanan aksi unjuk rasa harus dilakukan secara profesional dengan mengutamakan sikap humanis.
"Kami mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional, mengedepankan pendekatan persuasif, serta tidak membawa senjata api maupun alat berbahaya lainnya," ujarnya.

Apel gabungan persiapan pengamanan aksi unjuk rasa nelayan di halaman Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin, 4 Mei 2026. ANTARA/HO-Humas Polresta Pati
Kehadiran aparat kepolisian, bertujuan memberikan rasa aman sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat disampaikan dengan tertib tanpa adanya gangguan.
"Pelayanan ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan harus mencerminkan sikap humanis serta menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengutamakan dialog dan komunikasi sebagai langkah preventif agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memicu peningkatan situasi. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.