Teater Mini Jadi Daya Tarik Baru Museum Batam

Penayangan film pendek Museum Batam Raja Ali Haji dalam teater mini museum di Batam, Kepri, Senin, 1 Juni 2026. ANTARA/Amandine Nadja

Teater Mini Jadi Daya Tarik Baru Museum Batam

Silvana Febiari • 1 June 2026 13:07

Batam: Museum Batam Raja Ali Haji di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menambah fasilitas teater mini sebagai upaya meningkatkan daya tarik kunjungan. Fasilitas ini juga diharapkan dapat memperkuat edukasi sejarah bagi masyarakat, pelajar, dan wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan teater mini tersebut bagian dari pengembangan fasilitas museum yang pembangunannya selesai pada akhir 2025 dan kini sudah mulai beroperasi.

“Mini theater ini sudah mulai dibuka. Fasilitas ini tidak terpisah dari museum, tetapi menjadi bagian dari amenitas yang melengkapi Museum Batam Raja Ali Haji,” katanya, dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2026. 
 


Dia mengharapkan kehadiran teater mini menambah pengalaman pengunjung museum karena bermanfaat sebagai sarana edukatif dan imersif. “Kami ada tampilan tetap tentang museum ini sendiri dan sejarah Batam. Karena sifatnya digital, ke depan juga bisa digunakan untuk pemutaran film atau kegiatan komunitas yang berkaitan dengan edukasi dan kebudayaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, teater mini tersebut dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dengan anggaran sekitar Rp400 juta. Fasilitas ini juga telah beroperasi selama kurang lebih lima bulan terakhir.

Antusiasme masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dinilai cukup baik sejak fasilitas tersebut dibuka. “Animo masyarakat bagus, terutama anak-anak sekolah. Ini menjadi tambahan daya tarik bagi mereka ketika berkunjung ke museum,” ungkapnya.

Selain mendukung fungsi edukasi, fasilitas baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan retribusi museum. Saat ini, tarif masuk Museum Batam Raja Ali Haji dibedakan berdasarkan kategori pengunjung, yakni Rp5.000 untuk pelajar, Rp10.000 untuk masyarakat umum, dan Rp15.000 untuk wisatawan mancanegara.

“Dengan adanya mini theater ini tentu menjadi salah satu kekuatan museum untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan retribusi daerah,” tuturnya.


Museum Batam Raja Ali Haji di Batam. (Dokumentasi/Disbudpar Batam)


Museum Batam Raja Ali Haji beroperasi setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Namun, pengelola dapat menyesuaikan jam layanan untuk rombongan wisatawan tertentu sesuai kebutuhan.

Ardi mengatakan museum yang berdiri sekitar empat tahun lalu itu, kini telah terdaftar dan terakreditasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan status museum tipe B.

“Ke depan kami berharap Museum Batam Raja Ali Haji dapat terus berkembang dan ditingkatkan menjadi museum tipe A. Apalagi jumlah museum di Kepulauan Riau masih terbatas, sehingga museum ini menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Batam kepada masyarakat,” jelas Ardi.

(Silvana Febiari)