Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Adam Dwi.
Naik Banyak hingga 0,46%, Rupiah Senin Pagi Ini Nyaris Sentuh Level Rp17.700-an
Husen Miftahudin • 10 August 2026 09:51
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami penguatan signifikan.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 10 Agustus 2026, rupiah hingga pukul 09.42 WIB berada di level Rp17.814 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik sebanyak 83 poin atau setara 0,46 persen dari Rp17.897 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.908 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.890 per USD hingga Rp17.940 per USD. Sedangkan untuk perdagangan minggu depan (perdagangan selama satu pekan), diperkirakan di level Rp17.780 per USD sampai Rp18.020 per USD," jelas Ibrahim.
Ditopang terjaganya cadangan devisa
Ibrahim menjelaskan, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini ditopang oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang pada akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar USD145,3 miliar. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan posisi pada akhir Juni 2026 yang mencapai USD145,6 miliar.
Bank Indonesia (BI) menyebut perkembangan cadangan devisa pada Juli dipengaruhi sejumlah transaksi pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah kembali meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
BI juga mencatat penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah menjadi faktor yang memengaruhi posisi cadangan devisa pada Juli 2026.
Di sisi lain, posisi cadangan devisa turut dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global.
Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juli hanya turun sekitar USD300 juta dibandingkan bulan sebelumnya.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Cadangan devisa setara 5,5 bulan impor
Adapun, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Level tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
BI menilai posisi cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap baik. Kondisi tersebut didukung posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing.
Aliran modal asing tersebut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi Indonesia yang dinilai tetap menarik.
BI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.