Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal. Foto: Dok. Istimewa.
Satpol PP dan Satlinmas Dituntut Perkuat Peran Perlindungan Masyarakat
Rahmatul Fajri • 5 March 2026 22:09
Jakarta: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dinilai menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas). Yakni, sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Peringatan tahun ini mengusung tema Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan. Hal itu mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial, kepastian hukum daerah, serta rasa aman bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal menegaskan bahwa penguatan kapasitas Satpol PP dan Satlinmas menjadi hal penting untuk mendukung pembangunan nasional. Menurut dia, Trantibumlinmas yang tangguh adalah fondasi dari pembangunan yang berkelanjutan.
"Tanpa stabilitas wilayah dan ketenteraman masyarakat, agenda pembangunan tidak akan berjalan optimal,” kata Safrizal dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga :
Menurut Safrizal, penguatan tersebut perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana.
Safrizal menjelaskan Ketenteraman dan ketertiban umum dinilai tidak sekadar fungsi administratif. Melainkan syarat penting untuk mendorong iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Satpol PP dan Satlinmas memiliki peran penting dalam menegakkan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam berbagai situasi.
Selain itu, kedua institusi tersebut terlibat dalam pengamanan kegiatan sosial dan keagamaan. Serta penanganan kondisi darurat di daerah.
Dalam konteks kebencanaan, Satlinmas menjadi bagian dari sistem perlindungan masyarakat berbasis komunitas yang berperan. Mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
.jpeg)
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal. Foto: Dok. Istimewa.
Respons Cepat dalam Penanganan Bencana
Safrizal juga menekankan pentingnya respons cepat dan pendekatan humanis dalam penanganan bencana. Dalam situasi darurat, kehadiran Satpol PP dan Satlinmas tidak hanya sebagai aparat penegak ketertiban, tetapi juga sebagai representasi negara yang hadir melindungi masyarakat.
Pendekatan yang cepat, humanis, dan terkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah krisis.
Kepala Satuan Tugas Kewilayahan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh itu mengatakan peran Satpol PP dan Satlinmas sangat dirasakan masyarakat, terutama dalam penanganan bencana banjir bandang di sejumlah wilayah.
Menurut Safrizal, aparat Satpol PP bersama Satlinmas turut menjangkau daerah-daerah yang terisolasi untuk membantu distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Tanpa kenal lelah, Satpol PP menjangkau daerah-daerah yang terisolir untuk turut mendistribusikan bantuan. Inilah kontribusi nyata, intinya jangan berjarak dengan rakyat,” ujar Safrizal.
Peringatan HUT Satpol PP dan Satlinmas juga menjadi refleksi atas berbagai tantangan dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan, urbanisasi, perubahan iklim, serta meningkatnya risiko bencana.
Karena itu, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sinergi dengan TNI-Polri, serta partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan sistem Trantibumlinmas yang adaptif dan responsif.
Melalui momentum ini, Satpol PP dan Satlinmas diharapkan semakin profesional, modern, dan berintegritas dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan penegakan peraturan daerah sekaligus unsur penting dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia.