Populer Ekonomi: Bansos bagi Desil 9 dan 10 hingga BI Ramal Ekonomi Dunia 3%

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Populer Ekonomi: Bansos bagi Desil 9 dan 10 hingga BI Ramal Ekonomi Dunia 3%

Eko Nordiansyah • 22 October 2026 07:47

Jakarta: Pemberitaan mengenai desil 9 dan 10 masih bisa dapat bansos menjadi berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Rabu, 21 Oktober 2026. Selain itu ada pemberitaan mengenai harga BI ramal ekonomi dunia masih lemah dengan tumbuh tiga persen tahun ini.

Berikut berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com:

1. Masuk Desil 9 atau 10, Masih Bisa Dapat Bansos?

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan dalam menentukan sasaran penerima bantuan sosial (bansos). Melalui data tersebut, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Baca selengkapnya di sini

2. Berburu Promo Makanan Kucing, Diskon hingga 30% di Supermarket

Sejumlah supermarket menawarkan promo makanan kucing berupa potongan harga, harga khusus, hingga bonus produk. Produk yang ditawarkan meliputi Whiskas dan Super Cat di Toserba Yogya, Hari Hari, Alfamidi, Super Indo, Hypermart, Indomaret, serta Shopee.
Baca selengkapnya di sini

3. Ketidakpastian Global Bikin Emas Melemah ke USD4.122

Harga emas dunia turun tipis dalam sesi perdagangan yang tidak menentu pada Selasa, 20 Oktober 2026, dengan harga spot mencatatkan penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan dolar AS tidak mampu mengimbangi volatilitas harga minyak.
Baca selengkapnya di sini

4. Sentil MSCI, Prabowo Tegaskan Bangsa Indonesia Tidak Takut

Presiden Prabowo Subianto menyentil Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan menurunkan klasifikasi bursa saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Prabowo menegaskan, bangsa Indonesia tidak takut terhadap gertakan MSCI.
Baca selengkapnya di sini

5. BI Ramal Ekonomi Dunia Masih Lemah, Tumbuh Cuma 3% Tahun Ini

Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 masih lemah, yakni sekitar 3,0 persen. Sementara itu, tekanan inflasi global diperkirakan tetap tinggi di kisaran 4,6 persen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasar keuangan.
Baca selengkapnya di sini

(Eko Nordiansyah)