Sosok Idham Chalid, Ketua Umum PBNU 'Penghuni' Terlama Uang Rp5.000

Uang kertas 5.000 rupiah yang menampilkan Idham Chalid. Diterbitkan pada 2022. Foto: Wiki/Idham_Chalid.

Sosok Idham Chalid, Ketua Umum PBNU 'Penghuni' Terlama Uang Rp5.000

Siti Yona Hukmana • 22 October 2026 10:10

Jakarta: Sosok Dr. K.H. Idham Chalid diabadikan dalam gambar utama pada bagian depan uang kertas pecahan Rp5.000. Terlihat, ia mengenakan peci, kemeja putih, dasi, dan jas.

Penetapan gambar Idham Chalid dalam uang kertas Rp5.000 diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 dan tetap dipertahankan pada emisi uang baru tahun 2022 oleh Bank Indonesia.

Namun, sosok Idham Chalid mungkin asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Pemilihan Idham sebagai gambar utama uang Rp5.000, karena salah satu tokoh bangsa, ulama, dan negarawan paling berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia.

Mengenal Sosok Idham Chalid

Idham lahir 27 Agustus 1921 di Amuntai, Kalimantan Selatan. Ia wafat 11 Juli 2010 di Bogor, Jawa Barat. 

Idham merupakan Ketua Umum PBNU yang menjabat selama 28 tahun dari 1956 hingga 1984. Hal itu menjadikannya pemimpin NU terlama dalam sejarah organisasi tersebut.

Kala itu, ia mengarahkan NU menjadi kekuatan politik yang signifikan di kancah nasional, termasuk mendongkrak perolehan suara NU pada pemilu. Idham juga aktif mengembangkan lembaga pendidikan Islam dan mendirikan Perguruan Darul Ma'arif pada 1959.

Dr. K.H. Idham Chalid. Foto: Civitasbook.

Idham pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Kemudian, menjadi orang pertama yang mengampu jabatan sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR RI sekaligus periode 1971–1977.

Idham pernah mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Menteri Sosial ad interim, dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Lalu, berperan besar dalam proses penyatuan partai-partai Islam dan menjadi ketua umum pertama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setelah kebijakan fusi partai pada 1973.

Pengabdian dan jasa-jasa beliau diakui secara luas hingga wajahnya diabadikan pada uang kertas pecahan Rp5.000. Idham diberi gelar pahlawan nasional pada 7 November 2011.

(Siti Yona Hukmana)