Harga Bitcoin Turun 0,1% ke Level USD84.501

Ilustrasi bitcoin. Foto: Freepik.

Harga Bitcoin Turun 0,1% ke Level USD84.501

Husen Miftahudin • 3 October 2026 08:25

New York: Harga bitcoin sedikit melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat setelah tekanan di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) berlanjut. Kondisi tersebut mengimbangi penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah laporan ketenagakerjaan AS berada di bawah perkiraan.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 3 Oktober 2026, harga Bitcoin turun 0,1 persen menjadi USD84.501,6. Namun, secara mingguan Bitcoin masih menguat 0,5 persen.

Bitcoin sebelumnya mencatat kenaikan sekitar 43 persen pada kuartal tersebut. Pergerakan aset kripto juga mendapat perhatian setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengumumkan sejumlah langkah regulasi terkait penyimpanan aset kripto.
 

Data pekerjaan AS tekan ekspektasi kenaikan bunga Fed


Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan jumlah pekerjaan nonpertanian bertambah 29 ribu pada September 2026. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan 89 ribu dan menjadi pertumbuhan bulanan paling lambat sepanjang tahun ini.

Jumlah pekerjaan nonpertanian pada Juli dan Agustus juga direvisi turun dengan total 60 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,2 persen pada September dari 4,1 persen pada Agustus. Data tersebut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir Oktober turun menjadi sekitar 23 persen. Sebaliknya, peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di sekitar 77 persen.

Sementara, tekanan di pasar obligasi AS sempat mereda setelah laporan ketenagakerjaan dirilis seiring menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, aksi jual kembali berlanjut pada perdagangan berikutnya.

Penurunan ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed membantu obligasi berjangka pendek yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga. Imbal hasil Treasury dua tahun turun 3,7 basis poin sepanjang pekan.

Sebaliknya, imbal hasil obligasi jangka panjang meningkat. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik 9,5 basis poin, sedangkan Treasury 30 tahun meningkat 12 basis poin. Pada Kamis, imbal hasil Treasury 10 tahun dan 30 tahun masing-masing menyentuh level tertinggi sejak 1 April 2002 dan 20 Mei 2002.
   

Oktober jadi catatan historis bitcoin


Pergerakan bitcoin pada Oktober menjadi perhatian pelaku pasar karena aset kripto tersebut secara historis mencatat kinerja positif pada bulan tersebut.

Berdasarkan data historis dalam laporan, Bitcoin menguat pada 10 dari 15 Oktober terakhir. Rata-rata kenaikannya mencapai 27,4 persen, sedangkan rata-rata penurunannya tercatat 13 persen. Istilah "Uptober" kemudian digunakan sebagian pelaku pasar untuk menggambarkan kecenderungan historis tersebut.

Namun, Bitcoin juga mencatat penurunan pada Oktober 2025 meski sempat mencapai rekor tertinggi pada awal bulan. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran terkait kebijakan tarif AS dan perkembangan sektor kecerdasan artifisial (AI). Bitcoin kemudian sempat turun hingga sekitar USD58 ribu sebelum mengalami pemulihan dalam tiga bulan terakhir.

Di sisi lain, SEC pada Kamis mengumumkan usulan aturan dan amendemen baru yang memberikan kerangka kerja untuk penyimpanan aset kripto bagi penasihat investasi terdaftar dan dana investasi yang diatur.

Usulan tersebut ditujukan untuk memberikan kerangka regulasi terkait penyimpanan aset kripto sekaligus memperluas pilihan strategi investasi berbasis aset kripto bagi dana investasi.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Harga kripto bergerak beragam


Pergerakan aset kripto lainnya cenderung beragam pada Jumat. Berikut daftar selengkapnya:
  • Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 1,2 persen menjadi USD2.660,26.
  • XRP juga melemah 1,1 persen.
  • BNB turun 0,7 persen.
  • Cardano turun 2 persen.
  • Solana menguat 0,3 persen.
  • Di kelompok memecoin, TRUMP turun 0,2 persen setelah pada sesi sebelumnya mencatat kenaikan. Pergerakan tersebut terjadi setelah perusahaan yang mengoperasikan aset tersebut menyampaikan rencana menggelar makan malam baru dengan Donald Trump bagi pemegang memecoin terbesar.
  • Sementara itu, Dogecoin turun 2,3 persen.

(Husen Miftahudin)