Ilustrasi. Foto: Dok MI
Dolar AS Menguat Tipis Menanti Keputusan The Fed
Eko Nordiansyah • 28 July 2026 08:48
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026 waktu setempat. Pergerakan mata uang Negeri Paman Sam masih terbatas karena pelaku pasar menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pekan ini.
Dikutip dari Investing, Selasa, 28 Juli 2026, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,1 persen menjadi 101,52.
Pada perdagangan sebelumnya, Jumat, 24 Juli 2026, dolar AS mencatat kinerja terbaik dalam lebih dari sebulan seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga akibat lonjakan harga minyak.
Pasar menanti keputusan The Fed
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada rapat yang berakhir Rabu waktu setempat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas suku bunga tetap berada di kisaran 62 persen.Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter masih berubah seiring dinamika geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga energi.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Investor juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh terkait prospek inflasi dan arah kebijakan moneter setelah rapat selesai.
Warsh sebelumnya menegaskan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga. Ia juga meluncurkan evaluasi terhadap sejumlah aspek operasional The Fed, termasuk strategi komunikasi dan kerangka kebijakan inflasi.
Selain keputusan suku bunga, pasar akan memantau rilis produk domestik bruto (PDB) AS kuartal II serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Juni yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed.
Pergerakan mata uang utama
Di pasar valuta asing, euro bergerak relatif stabil di USD1,1367. Mata uang tunggal Eropa tersebut mendapat dukungan dari penurunan harga energi yang diperkirakan dapat meringankan tekanan terhadap perekonomian kawasan euro.Sementara itu, poundsterling melemah 0,3 persen menjadi USD1,3287 di tengah ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter secara bertahap.
Di Asia, yen Jepang menguat tipis dengan pasangan mata uang USD/JPY turun 0,1 persen ke level 163,76.
Adapun rupiah menjadi salah satu mata uang yang tertekan setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti kini menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI hingga gubernur definitif ditetapkan.