Ilustrasi, emas batangan. Foto: bullionvault.com
Harga Emas Bersiap Menguat, Diproyeksi Naik ke Level USD4.629
Husen Miftahudin • 30 April 2026 11:56
Jakarta: Harga emas dunia menunjukkan potensi penguatan pada perdagangan Kamis, 30 April 2026, didorong oleh kombinasi sinyal teknikal yang solid serta dukungan faktor fundamental global.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures oleh Geraldo Kofit, pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe H1 mengindikasikan adanya peluang kenaikan dalam jangka pendek setelah terbentuk pola double bottom yang telah terkonfirmasi.
"Pola ini merupakan salah satu indikator teknikal yang cukup kuat dalam menandai pembalikan arah harga dari tren turun menjadi tren naik," ungkap Geraldo dikutip dari analisanya, Kamis, 30 April 2026.
Konfirmasi pola tersebut diperoleh setelah harga berhasil menembus area neckline, yang menjadi sinyal valid tekanan beli mulai mendominasi pasar. Dengan kondisi ini, emas berpotensi melanjutkan penguatannya menuju level resistance terdekat di kisaran USD4.604.
"Jika momentum kenaikan tetap terjaga, target lanjutan berada di area USD4.629, yang menjadi level resistance berikutnya dalam jangka pendek," papar dia.
| Baca juga: Fed Masih Tahan Suku Bunga di Tengah Tekanan Harga Energi |
Didorong keputusan suku bunga Fed
Dari sisi fundamental, sentimen positif terhadap emas turut diperkuat oleh keputusan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang tetap atau tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini memberikan sinyal tekanan pengetatan moneter mulai mereda, sehingga mengurangi daya tarik instrumen berbasis yield seperti obligasi. Dalam kondisi tersebut, jelas Geraldo, emas sebagai aset non-yield menjadi lebih kompetitif dan menarik bagi investor.
Selain itu, pergerakan yield obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau bahkan menurun turut memberikan dukungan tambahan bagi harga emas. Ketika yield tidak meningkat, biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang emas menjadi lebih rendah. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan sebagian portofolio mereka ke aset safe haven seperti emas, terutama di tengah ketidakpastian pasar global.
Faktor lain yang juga berkontribusi terhadap potensi kenaikan emas adalah pergerakan dolar AS yang cenderung melemah atau stagnan pasca keputusan suku bunga. Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan dan mendorong harga lebih tinggi.
Di sisi psikologis pasar, sikap wait and see dari pelaku pasar setelah keputusan Federal Reserve turut menciptakan ruang bagi emas untuk menguat. Ketidakpastian arah kebijakan ke depan serta dinamika ekonomi global membuat investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman. Dalam situasi ini, emas kembali menjadi pilihan utama sebagai lindung nilai terhadap risiko.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Investor mesti cermati dinamika pasar global
Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal berupa pola pembalikan arah dan dukungan fundamental yang kuat memberikan prospek positif bagi pergerakan harga emas hari ini. Selama harga mampu bertahan di atas area neckline yang telah ditembus, peluang untuk melanjutkan tren kenaikan masih terbuka lebar.
Namun demikian, Geraldo mengingatkan agar investor tetap perlu mencermati dinamika pasar global serta perkembangan data ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan selanjutnya.
"Dengan latar belakang tersebut, emas diperkirakan akan bergerak dalam bias bullish terbatas dalam jangka pendek, dengan fokus pada pengujian level resistance yang telah diidentifikasi," tutup dia.