Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Pansus DPRD DKI Soroti Gunungan 60 Ribu Ton Sampah di Nagrak
Achmad Zulfikar Fazli • 1 September 2026 16:50
Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD Provinsi DKI Jakarta menyoroti gunungan sampah liar di Jalan Reformasi, Rawa Malang, Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara. Sampah liar di kawasan tersebut mencapai 60 ribu ton dengan ketinggian 15 meter lebih.
“Tumpukan sampah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu bahkan memiliki ketinggian lebih dari 15 meter,” kata Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 1 September 2026.
Judistira mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian Pansus lantaran tidak hanya berdampak terhadap lingkungan. Sebab, hal ini terkait mata pencaharian masyarakat yang selama ini bekerja memilah sampah di lokasi tersebut.
Permasalahan tersebut dibahas dalam rapat bersama Pemkot Jakarta Utara, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, kepolisian, dan TNI untuk mempertemukan pihak-pihak yang berwenang menangani persoalan sampah liar di Nagrak.
“Rapat tersebut mencari solusi permasalahan TPS liar yang ada di Nagrak, Jakarta Utara dan ini sudah menjadi keluhan masyarakat di sekitar Jakarta Utara ini, dan tidak boleh terjadi berulang-ulang," kata Judistira.
.jpg)
Ilustrasi sampah. Metrotvnews.com
Menurut dia, persoalan gunungan sampah tersebut tidak cukup diselesaikan dengan sekadar memindahkan tumpukan yang ada. Pansus juga mempertimbangkan kondisi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas pemilahan sampah di kawasan itu.
Dia menyebut terdapat sekitar 250 pemulung serta koperasi yang selama ini beraktivitas di lokasi tersebut. Sehingga, penanganan kawasan Nagrak perlu dilakukan dengan mempertimbangkan persoalan lingkungan sekaligus keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.
Pansus Pengelolaan Sampah juga berencana turun langsung ke lokasi bersama aparat penegak hukum dan unsur lingkungan hidup untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi.
"Mudah-mudahan besok kunjungan kami dibantu oleh rekan-rekan aparat penegak hukum dan dari lingkungan hidup ini bisa mencarikan solusi kepada saudara-saudara kita yang memang mencari pekerjaan di sana," ujar Judistira.