Tersangka Lain Penganiaya Nenek Saudah Diminta Segera Ditangkap

Nenek Saudah. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.

Tersangka Lain Penganiaya Nenek Saudah Diminta Segera Ditangkap

Rona Marina Nisaasari • 2 February 2026 16:37

Jakarta: Komisi XIII DPR menyoroti adanya ketimpangan dalam penetapan tersangka kasus penganiayaan nenek Saudah di Pasaman, Sumatra Barat. Berdasarkan keterangan korban, terdapat empat orang yang diduga melakukan pengeroyokan secara brutal, namun hingga saat ini pihak kepolisian baru menetapkan satu orang tersangka.

“Dalam ingatan dari Ibu Saudah itu ada empat orang, tetapi yang ditersangkakan hanya satu orang. Itulah pihak dari Ibu Saudah akan meminta keadilan, ya betul-betul diproses,” tegas anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
 


Aziz meminta kepolisian untuk segera melakukan pengembangan penyidikan guna meringkus pelaku lain yang masih berkeliaran. Menurutnya, kesaksian korban merupakan kunci penting dalam mengungkap keterlibatan oknum penambang ilegal lainnya dalam aksi kekerasan tersebut.

“Tentu kami mendorong kepada pihak kepolisian untuk mencari tersangka yang kebenarannya dari Ibu Saudah. Dan juga nanti didampingi oleh pengacara,” ujar Aziz.

Komisi XIII juga meminta pemerintah, khususnya Kementerian HAM, untuk memberikan perhatian serius pada kasus ini. DPR khawatir, pembiaran terhadap aksi kekerasan dalam konflik lahan akan menciptakan preseden buruk yang mengancam keselamatan warga sipil di wilayah lain.


Nenek Saudah. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.

“Sebagai wakil rakyat, kami meminta dari pemerintah, khususnya kementerian HAM, untuk betul-betul ini diungkit. Jangan terjadi lagi kasus Ibu Saudah-Ibu Saudah di lain tempat,” ujar Aziz.

Nenek Saudah yang telah menginjak usia 68 tahun sebelumnya dilaporkan dianiaya dengan cara dilempari batu dan dipukul saat berupaya mempertahankan tanah miliknya dari aktivitas tambang ilegal. Meski kondisi fisiknya mulai pulih, luka jahitan dan lebam di wajah korban masih menjadi bukti nyata kebrutalan para oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)