Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, saat menghadiri kegiatan Konsolidasi Internal dan Bakti Sosial di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Soliditas dan Persatuan Jadi Modal Menghadapi Kontestasi Politik
Daviq Umar Al Faruq • 11 October 2026 09:51
Malang: Menjaga persatuan dan soliditas internal menjadi salah satu tantangan organisasi dalam menghadapi kontestasi politik. Perbedaan pandangan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi memicu konflik dan mengurangi kepercayaan masyarakat.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menekankan pentingnya menjaga kekompakan seluruh jajaran pengurus dan kader. Menurutnya, soliditas organisasi perlu dirawat secara berkelanjutan agar setiap program dan keputusan dapat dijalankan secara konsisten.
"Modal partai itu kan harus solid. Kalau partai berantem, saling fitnah, bertikai, membentuk faksi-faksi, ya habis eksistensi partai, gak ada gunanya berpartai. Rakyat akan melihat itu, itu yang tidak boleh. Ketika ada satu arahan, satu komando, komando itu yang tidak boleh diterjemahkan ulang. Tidak ada intervensi lain, laksanakan saja," tegas Said saat menghadiri kegiatan Konsolidasi Internal dan Bakti Sosial di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kepanjen, Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026.
Baca Juga :
Ia mengingatkan, kekompakan tidak seharusnya membuat organisasi cepat berpuas diri. Sebaliknya, komunikasi dan pengingat antarpengurus tetap diperlukan agar semangat kebersamaan terjaga di tengah dinamika internal maupun perubahan situasi politik.
"Kami harus selalu mengingatkan di setiap kabupaten/kota, saya selalu mengingatkan, jangan sampai, partai yang sudah solid, jangan kemudian sampai kita merasa nyaman, merasa aman, kita lupa tidak mengingatkan bahwa modal soliditas itu yang paling pokok," pungkasnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, saat menghadiri kegiatan Konsolidasi Internal dan Bakti Sosial di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Pemetaan Kekuatan untuk Pilkada 2031
Pesan mengenai soliditas tersebut juga berkaitan dengan persiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2031. Said menyebut pemetaan kekuatan politik terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi di setiap daerah.Ia menilai penetapan target politik perlu disertai perhitungan yang realistis. Upaya tersebut mencakup penguatan kader dan evaluasi terhadap wilayah yang belum dipimpin oleh kader partainya.
"Kalau soal target ya pastilah, ingin kita memasang semua target, tapi kan harus realistis," kata Said.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, saat menghadiri kegiatan Konsolidasi Internal dan Bakti Sosial di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 9 Oktober 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Saat ini, ia menyebut terdapat 12 kader yang menjabat sebagai kepala daerah dan sejumlah kader lain yang menduduki posisi wakil kepala daerah di Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun strategi untuk menghadapi pemilihan mendatang.
"Hari ini kami punya 12 bupati/wali kota, 3 wakil. Insyaallah mudah-mudahan di tahun 2031, dengan pemilihan tetap oleh rakyat, Insyaallah kami akan mampu kalau 15 kabupaten/kota," ungkap Said.
Bagi organisasi yang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi politik, target dan strategi perlu berjalan beriringan dengan pembenahan internal. Konsistensi komunikasi, kemampuan mengelola perbedaan, serta kedisiplinan menjalankan keputusan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Soliditas dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan kesamaan sikap di internal organisasi, tetapi juga kemampuan menjaga kerja sama dan tanggung jawab dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.