Ilustrasi freepik
Alasan 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan, Intip Sejarahnya
Putri Purnama Sari • 3 November 2026 14:36
Jakarta: Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam Pertempuran Surabaya pada 1945. Peristiwa tersebut menjadi salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Tanggal 10 November dipilih karena pada hari itu, tepatnya pada 1945, pertempuran besar antara pejuang Indonesia dan pasukan Inggris pecah di Surabaya, Jawa Timur. Perlawanan tersebut melibatkan tentara, pemuda, dan masyarakat yang berupaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya kembalinya kekuasaan asing.
Lantas, mengapa peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan setiap tahunnya?
Alasan 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan
Penetapan 10 November sebagai Hari Pahlawan tidak terlepas dari Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945. Dilansir dari laman Kemensos, pertempuran besar antara rakyat Indonesia dan pasukan Inggris di Surabaya bermula dari insiden tewasnya Brigadir J. Mallaby, komandan pasukan Inggris di Jawa Timur.Peristiwa tersebut menjadi simbol keberanian dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Banyak pejuang dan warga sipil menjadi korban dalam pertempuran yang berlangsung selama sekitar tiga minggu.
Untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka, pemerintah kemudian menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Keputusan tersebut ditandatangani Presiden Soekarno pada 16 Desember 1959.
Sejarah Pertempuran Surabaya 10 November 1945
Sejarah Pertempuran Surabaya bermula dari kedatangan pasukan Sekutu yang didominasi tentara Inggris ke Indonesia setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II.Pasukan Sekutu datang dengan tugas melucuti senjata tentara Jepang, membebaskan tawanan perang, serta memulangkan tentara Jepang. Namun, kedatangan mereka juga diikuti pihak Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA) yang berupaya kembali menguasai Indonesia.
Situasi di Surabaya semakin memanas setelah terjadi sejumlah bentrokan antara rakyat Indonesia dan pasukan Sekutu. Salah satu peristiwa yang memperburuk keadaan adalah tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pimpinan pasukan Inggris di Jawa Timur, pada 30 Oktober 1945.
Setelah Mallaby tewas, penggantinya, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya pada 9 November 1945. Pihak Inggris meminta masyarakat menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan paling lambat pukul 06.00 pada 10 November 1945.
Ultimatum tersebut tidak dipenuhi. Pasukan Inggris kemudian melancarkan serangan besar-besaran dari darat, laut, dan udara pada 10 November 1945. Rakyat Surabaya bersama para pejuang melakukan perlawanan meskipun menghadapi pasukan dengan persenjataan lebih lengkap.
Pertempuran berlangsung selama beberapa pekan dan menimbulkan banyak korban jiwa serta kerugian besar. Peristiwa inilah yang kemudian membuat Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan.
Tujuan Peringatan Hari Pahlawan 10 November
Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang peristiwa bersejarah. Momentum ini juga menjadi pengingat atas nilai perjuangan, persatuan, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan dapat menghargai jasa para pejuang sekaligus meneruskan semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat kepahlawanan dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan, seperti menjaga persatuan, membantu sesama, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Dengan demikian, peringatan setiap 10 November menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang sejarah sekaligus memaknai kembali arti perjuangan bagi generasi masa kini.