Ilustrasi bitcoin. Foto: Indodax Academy.
Harga Bitcoin Tergelincir di Akhir Juli, Ini Penyebabnya
Husen Miftahudin • 1 August 2026 11:50
New York: Harga bitcoin melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, aset kripto terbesar di dunia itu masih mencatat kenaikan sepanjang Juli 2026.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 1 Agustus 2026, bitcoin turun 2,7 persen dan diperdagangkan di kisaran USD62.995,8. Secara bulanan, bitcoin masih menguat lebih dari tujuh persen setelah pada Juni lalu sempat terkoreksi lebih dari 20 persen.
Pergerakan bitcoin relatif terbatas setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan ini. Meski keputusan tersebut telah diperkirakan pasar, investor masih menunggu kejelasan mengenai waktu dan arah kebijakan moneter berikutnya.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi tekanan inflasi yang dapat membatasi ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada tahun ini.
Bitcoin tertinggal dari reli saham teknologi
Performa bitcoin berbeda dengan pasar saham Amerika Serikat yang menguat didorong kinerja positif emiten teknologi. Reli saham teknologi dipimpin oleh laporan keuangan Microsoft yang meningkatkan optimisme terhadap belanja infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mendorong aset kripto mengikuti tren penguatan pasar saham. Selain itu, arus dana ke exchange-traded fund (ETF) berbasis Bitcoin menunjukkan pergerakan yang beragam dalam beberapa sesi terakhir setelah sebelumnya mencatat aliran dana masuk secara konsisten.
Pelaku pasar juga mencermati laporan keuangan dua perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap aset kripto.
Strategy, perusahaan pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia, membukukan kerugian USD8,22 miliar pada kuartal II-2026 akibat penyesuaian nilai wajar (mark-to-market) atas kepemilikan bitcoin. Meski demikian, perusahaan tetap menambah kepemilikan bitcoin sekitar 11 persen selama kuartal tersebut.
Sementara itu, saham Coinbase Global turun 10,6 persen setelah bursa aset kripto tersebut melaporkan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan serta pendapatan yang melemah akibat rendahnya volume perdagangan.

(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
Mayoritas aset kripto melemah
Mayoritas aset kripto lain juga bergerak melemah mengikuti bitcoin. Ethereum turun 2,9 persen menjadi USD1.862,42 pada perdagangan Jumat. Meski demikian, aset kripto terbesar kedua di dunia itu masih mencatat kenaikan lebih dari 18 persen sepanjang Juli.
Sementara itu, XRP turun 1,9 persen menjadi USD1,0643, namun masih menguat sekitar 2,3 persen secara bulanan. Cardano melemah 1,2 persen pada perdagangan harian, tetapi masih mencatat kenaikan lebih dari 16 persen sepanjang Juli.
Di sisi lain, Solana turun dua persen dan melemah sekitar 0,9 persen selama bulan tersebut. Di kelompok aset kripto bertema meme, Dogecoin turun 1,1 persen dan mencatat penurunan sekitar 3,3 persen sepanjang Juli.