Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Rupiah Bergerak di Rp17.748/USD pada Jumat Pagi
Ade Hapsari Lestarini • 21 August 2026 09:54
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak datar nol poin atau 0,00 persen menjadi Rp17.748 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.748 per USD.
Sementara dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat, bangkit dari level terendah dalam lebih dari tiga bulan seiring meredanya reli obligasi Treasury AS. Kenaikan harga minyak turut mendorong permintaan terhadap aset safe haven.
Dolar AS bangkit
Mengutip Investing, Jumat, 21 Agustus 2026, indeks dolar AS yang mengukur nilai mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,1 persen ke level 98,90.
Pada sesi sebelumnya, indeks dolar AS anjlok 0,8 persen dan mencatat penurunan harian terbesar sejak akhir Juli. Indeks sempat menyentuh 98,77, level terendah sejak 14 Mei 2026.
Pasar suku bunga dan pendapatan tetap (fixed income) masih menjadi perhatian pelaku pasar valuta asing. Departemen Keuangan AS menyatakan akan meningkatkan nilai pembelian kembali (buyback) utang pemerintah berjangka panjang menjadi sedikitnya USD4 miliar dari sebelumnya USD2 miliar.
Pengumuman tersebut memicu reli obligasi Treasury AS dan menekan imbal hasil (yield), terutama pada obligasi berjangka panjang. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun turun 9,1 basis poin, menjauh dari level tertinggi dalam hampir dua dekade. Sementara itu, imbal hasil acuan tenor 10 tahun turun 5,3 basis poin.

Ilustrasi mata uang dolar AS. Foto: Magnific.
"Kemarin, para pedagang memandang pengumuman Departemen Keuangan tersebut sebagai pesan 'proaktif' yang mengisyaratkan kesiapan mereka untuk lebih memanfaatkan operasi pendanaan bersih guna mencegah kenaikan lebih lanjut pada imbal hasil jangka panjang, dan/atau memberikan ruang bagi penerbitan obligasi korporasi," ujar ahli strategi valas dan suku bunga global Macquarie, Thierry Wizman.
"Kesan visual atau persepsi pasar itulah yang kemungkinan besar menyebabkan imbal hasil Treasury tenor 30 tahun anjlok sekitar 10 basis poin segera setelah pengumuman tersebut, meskipun Departemen Keuangan tidak perlu melakukan langkah drastis melalui operasi pembelian kembali berskala besar," tambahnya.
Dolar AS juga mengalami penurunan tajam setelah pengumuman tersebut. Menurut Wizman, pergerakan tersebut lebih sulit dijelaskan karena langkah Departemen Keuangan AS tidak secara langsung memengaruhi jumlah uang beredar maupun melibatkan Federal Reserve.
"Namun, kita bisa memahami mengapa para pedagang menafsirkan prospek penerbitan lebih banyak surat utang jangka pendek sebagai faktor yang mempertahankan tekanan politik terhadap The Fed agar tetap menjaga suku bunga kebijakannya lebih rendah daripada yang seharusnya. Itu adalah penjelasan yang sangat masuk akal mengapa nilai tukar dolar AS melemah kemarin," ujar dia.
IHSG menguat tipis
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini bergerak santai di zona hijau. Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terpantau melonjak hingga 1,68 persen.
Mengacu data RTI, Jumat, 21 Agustus 2026, IHSG menguat 23,83 poin atau setara 0,38 persen ke posisi 6.526 pada pukul 09.31 WIB. Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat berada di posisi 6.524.
Sementara itu, IHSG sempat berada di level terendah yaitu 6.507. Sedangkan untuk level tertinggi adalah 6.543. Total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 9,263 miliar lembar senilai Rp3,732 triliun.
Pagi ini, tercatat 289 saham bergerak menguat. Sebanyak 237 saham melemah dan 199 saham lainnya stagnan. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11,480 triliun dengan frekuensi sebanyak 550.205 kali.