Purbaya Paparkan Kinerja APBN 2025: Defisit Terkendali, Kesejahteraan Membaik

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

Purbaya Paparkan Kinerja APBN 2025: Defisit Terkendali, Kesejahteraan Membaik

Husen Miftahudin • 14 July 2026 12:23

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tetap terkendali pada level 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp670,34 triliun.
 
Pemerintah juga menyalurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp110,7 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-25 terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
 
Purbaya menjelaskan pemerintah menerapkan strategi pembiayaan yang prudent dan terkendali untuk membiayai defisit APBN. Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang membaik sepanjang 2025.
 
"Defisit APBN 2025 terkendali dalam batas aman sebesar 2,81 persen terhadap PDB atau sebesar Rp670,34 triliun," ungkap Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa, 14 Juli 2026.
 
Sepanjang 2025, realisasi pembiayaan neto tercatat mencapai Rp742,73 triliun atau 20,54 persen lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan dalam APBN 2025. Selain menjaga pembiayaan negara, pemerintah juga memperkuat efektivitas kebijakan fiskal melalui pemberian stimulus ekonomi secara bertahap pada setiap kuartal sepanjang tahun.
 
Sementara itu, paket stimulus ekonomi diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil. Dukungan tersebut diberikan kepada UMKM, sektor padat karya, sektor perumahan, program magang, pemberian diskon tiket selama masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.
 
"Stimulus ini diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan bagi UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, hingga diskon tiket pada masa liburan, serta pemberdayaan generasi muda dengan total stimulus mencapai Rp110,7 triliun," papar Purbaya.
 



(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Pengangguran dan kemiskinan menurun

 
Purbaya menilai efektivitas kebijakan fiskal turut mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat. Hal itu tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dan angka kemiskinan selama 2025.
 
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025, lebih rendah dibandingkan 4,91 persen pada Agustus 2024. Sementara itu, tingkat kemiskinan menurun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.
 
"Terjaganya resiliensi ekonomi Indonesia yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat," urai dia.
 
Bendahara Negara tersebut menegaskan, pemerintah berkomitmen terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
 
"Pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat," jelas Purbaya.

(Husen Miftahudin)