Forum Green Logistics Talk yang digelar di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026
Dorong Target Iklim Nasional, Pemerintah dan Pelaku Usaha Perkuat Transformasi Logistik Rendah Karbon
Whisnu Mardiansyah • 19 February 2026 19:32
Jakarta: Transformasi sektor logistik menuju sistem rendah karbon menjadi bagian strategis dalam mendukung komitmen iklim nasional Indonesia. Langkah ini khususnya berkaitan dengan pencapaian Indonesia's FOLU Net Sink 2030 dan target penurunan emisi dalam Second Nationally Determined Contribution (NDC).
Forum Green Logistics Talk yang digelar di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026 mengusung tema "Measuring, Reducing, and Managing Carbon Footprint in Logistics for Indonesia's Climate Commitment". Kegiatan ini melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan jejaring profesional lintas kawasan untuk menegaskan pentingnya integrasi kebijakan kehutanan, efisiensi rantai pasok, serta pengukuran jejak karbon yang akuntabel dalam membangun sistem ekonomi berkelanjutan.
Project Director FOLU NC-1 sekaligus Dewan Penasehat Ahli Indonesia's FOLU Net Sink 2030, Agus Justianto, mengatakan pengelolaan emisi karbon harus dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan yang bertanggung jawab. Hal ini bukan sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi.
"Pendekatan yang kita dorong bukan menghentikan pembangunan, tetapi memastikan setiap aktivitas ekonomi berjalan lebih efisien, bijak, dan berkelanjutan," ujar Agus dalam forum tersebut.
Agus menjelaskan Indonesia telah menetapkan komitmen melalui Second Nationally Determined Contribution serta target FOLU Net Sink 2030. Target ini menempatkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sebagai penyerap bersih emisi pada 2030 dengan sasaran penurunan emisi bersih sebesar 140 juta ton CO2 ekuivalen . Menurutnya, kontribusi lintas sektor, termasuk transportasi dan distribusi, sangat menentukan keberhasilan target tersebut.
"Dunia usaha, termasuk sektor logistik, memiliki peran besar melalui efisiensi energi, inovasi teknologi, serta penerapan sistem pengukuran dan pelaporan emisi yang akuntabel," katanya.
Agus menambahkan rehabilitasi hutan dan penanaman pohon menjadi intervensi nyata dalam kerangka FOLU. Implementasi FOLU NC-1 hingga saat ini telah menjangkau lebih dari 17 ribu hektare dengan peningkatan cadangan karbon lebih dari 34 ribu ton CO2e. Capaian tersebut akan terus diperkuat melalui skema lanjutan.
Founder PT Arrakasta Nusalink Logistik Indonesia (ANL Logistics), Netty Sri Rejeki, menegaskan sektor logistik siap mengambil peran strategis dalam mendukung komitmen iklim nasional.
"Sebagai negara kepulauan, logistik adalah nadi konektivitas nasional. Namun setiap kilometer perjalanan memiliki jejak karbon, dan di sinilah tanggung jawab kami dimulai," ujar Netty.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Metro TV/Safira Prameswari
Netty menekankan transformasi logistik tidak hanya menyangkut efisiensi operasional, tetapi juga reformasi sistemik melalui pengukuran carbon footprint yang mengacu pada standar internasional. ANL Logistics sebelumnya telah menyatakan komitmen terhadap aspek kesehatan, keselamatan, dan lingkungan sesuai standar HSE serta akan menambah armada rendah emisi dalam ekspansi bisnisnya.
"Kami berkomitmen membangun sistem logistik yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berdaya saing global," tambahnya.
Global Vice Chairperson Women in Logistics and Transportation (WILAT) Asia Tenggara, Juliana, menyatakan ANL Logistics menjadi perusahaan logistik pertama di Indonesia dalam organisasi mereka yang telah melangkah maju dalam kepedulian terhadap lingkungan. Perusahaan telah melakukan perhitungan emisi karbon di setiap kegiatannya.
"Saya berharap langkah ini akan diikuti oleh para pengusaha logistik yang ada di Indonesia," ujarnya.
Juliana menyampaikan kepemimpinan perempuan memiliki kontribusi penting dalam mendorong tata kelola bisnis berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi hijau. Ia menambahkan momentum saat ini tepat bagi Indonesia untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan green supply chain.
"Kita perlu mendorong kesadaran praktisi industri supply chain dan logistik untuk bergerak bersama menjadikan Indonesia sebagai pusat green supply chain di Asia Tenggara maupun global," kata Juliana.
Upaya pengukuran emisi karbon di sektor logistik sejalan dengan perkembangan di tingkat industri. PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) sebelumnya telah menjadi perusahaan logistik pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Green Freight Logistics dengan layanan perhitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca sesuai standar internasional ISO 14083.
Forum Green Logistics Talk diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif yang mempertemukan kebijakan pemerintah, praktik industri, inovasi teknologi, serta peran organisasi profesi. Tujuannya mempercepat sistem distribusi dan transportasi yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi multipihak, Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat integrasi kebijakan FOLU, transformasi industri, serta kontribusi dunia usaha dalam mendukung pencapaian target iklim nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi hijau global.